Wartawan Sikka Membersihkan Sampah di Drainase Kawasan Tempat Usaha

48
JUMAT 3 FEBRUARI 2017
MAUMERE—Saluran air atau drainase yang berada di kedua sisi Jalan Raya Centis yang berada di kompleks pertokoan Kota Maumere Kabupaten Sikka kondisinya sangat parah dimana air tergenang akibat dipenuhi sampah dan tanah serta menyebarkan aroma tak sedap.
Pemilik usaha yang sedang menonton awak media dan elemen masyarakat membersihkan sampah dan drainase.
Meski demikian, pemilik tempat usaha baik toko bahan bangunan, peralatan rumah tangga, pakaian, sepatu, telepon genggam serta rumah makan yang berada di kedua sisi jalan dan drainase ini seolah masa bodoh.
Saat dilakukan bakti sosial yang dimotori oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) dengan menggandeng Bank Sampah Flores serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah dan TNI Polri, Jumat (3/2/2017), pemilik tempat usaha sama sekali tidak terlibat.
“Pemilik tempat usaha hanya masa bodoh padahal bila air tidak tersumbat dan menyebabkan bau serta areal pertokoan bersih tentu pembeli pun akan merasa nyaman saat berbelanja,” ujar Agustinus Boy Satrio.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka ini saat berbincang dengan Cendana News di sela-sela kegiatan bakti sosial menyayangkan sikap pemilik usaha yang hanya menjadi penonton saja.
Padahal lanjut Boy, bila hujan lebat dan terjadi banjir tentu tempat usaha mereka pun akan sepi dan tidak dikunjungi pembeli. Apalagi bau tak sedap akibat mampetnya saluran air sangat menggangu pelanggan yang makan di rumah makan yang ada di areal pertokoan.
Hal senada juga dikeluhkan Yunus Atabara wartawan harian umum Viktory News  yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial ini. Dikatakannya, para pengusaha harusnya menjaga kebersihan dan mempunyai rasa peduli terhadap kebersihan, jangan hanya mengejar keuntungan saja.
“Para pengusaha kan punya uang banyak, apa salahnya mereka membayar tenaga kerja membersihkan saluran yang tersumbat dan jangan hanya mengharapkan pemerintah saja,” ungkapnya kesal.
Padahal lanjut Yunus, dengan terjaganya kebersihan lingkungan di areal pertokoan yang menjadi tempat usaha mereka, bukan masyarakat yang memperoleh manfaat tapi mereka sebab selain tempat usaha bangunan tersebut pun digunakan sebagai tempat tinggal.
Disaksikan Cendana News, saat berlangsung bakti sosial, toko dan tempat usaha lain yang berada di areal pertokoan yang biasanya membuka tempat usahanya pukul 07.00 WITA tak satu pun yang membuka tempat usaha mereka. Tempat usaha baru dibuka sekitar pukul 08.00 WITA.
Selain itu, pemilik tempat usaha hanya menonton dan berdiri sambil menatap dengan gaya melipat kedua tangan seolah sedang mengawasi pekerjanya yang membersihkan sampah dan saluran drainase yang tersumbat.
Plt,Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka Agustinus Boy Satrio sedang membersihkan drainase.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.