banner lebaran

Waspadai Bangkitnya PKI, Ustadz Alfian Tanjung Imbau Lima Strategi Ditempuh

88

JUMAT, 3 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Bertempat di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berlangsung agenda pengajian rutin setiap hari Jumat. Salah satu agenda yang dibahas dalam pengajian pada malam ini tentang ancaman potensi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

Ustadz Alfian Tanjung sedang memberikan ceramah.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Masjid Agung Al-Azhar, acara pengajian sekaligus pembahasan terkait ancaman potensi kebangkitan PKI tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga pukul 21.00 WIB, acara pengajian sekaligus pembahasan terkait kebangkitan PKI tersebut masih terus berlangsung.

Ustadz Alfian Tanjung dalam kesempatan kali ini menyampaikan secara langsung seputar bahaya ancaman kebangkitan PKI di Indonesia. Di antaranya dimulai dari pembentukan partai yang mengakomodasi aspirasi kaum komunis, kemudian juga kegiatan “indekost” beberapa yang senazab dan semadzab.

Menurut, Ustadz Alfian Tanjung, upaya-upaya yang mereka lakukan selama ini memang berjalan secara terorganisir, terprogram, sistematis dan berkelanjutan. Serta memiliki jaringan dari tingkat lokal hingga jaringan internasional atau komintern yakni komunis internasional.

“Gerakan perlawanan harus segera dipersiapkan, dilakukan secara terencana, terorganisir, sistematis dan berkelanjutan juga sebagaimana yang mereka lakukan. Hal ini perlu dilakukan oleh masyarakat secara umum terutama oleh kelembagaan yang memiliki pola kerja organisasi yang terkonsep dengan baik serta oleh pemerintah. Baik oleh kebijakan politik pemerintah maupun kerja inisiatif dari aparatur negara, seperti birokrat maupun aparat,” kata Ustadz Alfian Tanjung di Masjid Agung Al-Azhar.

Jika tidak ada antisipasi, lanjut Ustadz Alfian Tanjung, keadaan tersebut akan semakin parah dan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta akan berpotensi menjadi ancaman bagi umat beragama. Apabila hal tersebut dibiarkan, maka akan terjadi disintegrasi NKRI dan pelecehan terhadap eksistensi serta substansi hingga pelenyapan agama maupun umat beragama. Hal tersebut memang menjadi watak dan sifat komunisme di mana pun dan kapan pun.

Ustadz Alfian Tanjung juga sempat menjelaskan bahwa sejak tahun 1998, gerakan komunis semakin leluasa untuk melakukan banyak hal. Di antaranya adalah bersifat romantisme, kekeluargaan, pembentukan organisasi, paguyuban, pembentukan ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga menyatakan bangga sebagai kader PKI.

Ada 5 langkah untuk menghadapi Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai upaya yang bisa dijadikan pedoman secara nasional, demi keutuhan NKRI dan kemerdekaan beragama:

1. Langkah penyadaran secara menyeluruh terkait dengan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Di antaranya adalah penyadaran sejarah, penyadaran situasi, dan penyadaran implikasi.

2. Langkah pengkaderan yang bisa dan harus dilakukan dalam menyiapkan situasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghadapi kebangkitan PKI. Di antaranya adalah pelatihan, pengkaderan kaum tani, pengkaderan kaum buruh, pengkaderan pelajar, mahasiswa, dan pengkaderan tenaga khusus.

3. Langkah pembasisan. Hal ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan bidang garap yang perlu dikelola dengan baik dalam konteks pembasisan. Di antaranya adalah pembasisan pemikiran dan ideologi, pembasisan massa riil, pembasisan informasi, dan pembasisan jejaring.

4. Langkah pengkondisian, di antaranya adalah organisasi yang kuat, tenaga penggerak, pusat kegiatan media, publikasi, dan dana riil.

5. Langkah perlawanan, di antaranya seperti perlawanan tradisional, perlawanan konstitusional, perlawanan intelijen, perlawanan ipoleksosbud dan perlawanan fisik.

Para jamaah menyimak penjelasan Ustadz Alfian Tanjung.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto:  Eko Sulestyono

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.