Wereng Menyerang, Penyuluh Pertanian Desa Bungkal Bagikan Pestisida

72

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017

PONOROGO — Sekitar 50 petani anggota Kelompok Tani Bancaran di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupatn Ponorogo, mendapatkan bantuan pestisida, guna menangkal hama wereng yang sudah dua minggu ini menyerang lahan padi milik mereka, Jumat (10/2/2017).

Suasana saat pembagian pestisida kepada petani

Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) UPTD Pertanian Bungkal, Kushariono, ditemui di sela pemberian pestisida menjelaskan, sebagian besar sawah milik petani sudah terserang hama wereng. Namun, petani tidak sadar jika lahannya terserang. “Jadi, perlu diadakan gerakan pengendalian secara serentak supaya berhasil,” jelasnya.

Menurutnya, meski tidak semua lahan padi diserang hama wereng coklat, petani harus tetap siaga. Jika tidak, bobot panen nantinya bisa berkurang. Sementara itu, lahan padi yang paling banyak diserang hama wereng coklat adalah padi jenis Logawa, dan bantuan pestisida yang diberikan sebanyak 10 liter untuk luasan lahan 10 hektare. “Masing-masing petani dapat jatah pestisida untuk tiga kotak lahan sawah, jika petani pemilik memiliki lahan yang lebih luas, maka harus swadaya mandiri,” ujarnya.

Kushariono menambahkan, bantuan ini tidak sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan masing-masing petani, namun diharapkan dengan adanya gerakan seperti ini membuat para petani sadar jika sawahnya terserang wereng. “Ini kan sudah masuk masa menunggu panen, sudah selesai pemupukan, dikhawatirkan petani yang lengah, tidak melihat kondisi lahannya, ternyata lahannya diserang wereng,” katanya.

Selain dihadiri oleh penyuluh pertanian, pemberian pestisida ini juga didampingi oleh anggota Bhabinsa. Pemberian bantuan pestisida tidak hanya dilakukan di Desa Bancar saja, tetapi juga menyeluruh di desa yang ada di Kecamatan Bungkal, mulai dari Desa Jetis, Winong, Ngasinan, Coper dan Kunti. “Minggu-minggu ini kami aktif keliling desa, jatahnya minggu depan ke Desa Kupuk,” tandasnya.

Salah-satu petani Dukuh Duwet, Hadi (27), mengaku terbantu dengan adanya bantuan pestisida ini. Namun, tidak mencukupi sepenuhnya untuk lahan pertaniannya, sehingga guna menutupi kekurangannya, Hadi memilih membeli pestisida sendiri. “Serangan wereng sudah ada sejak dua minggu lalu, padi saya jadi gosong-gosong, dengan adanya bantuan seperti ini ya sedikit terbantu, tapi supaya tercukupi semua saya harus beli pestisida sendiri,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.