banner lebaran

WTM Nilai Petani Masih Abaikan Pengembangan Ekonomi Pertanian

46

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

MAUMERE — Direktur lembaga swadaya masyarakat (LSM) Wahana Tani Mandiri (WTM), Carolus Winfridus Keupung menilai petani di Sikka dan NTT, bertani hanya masih sebatas ketahanan pangannya saja, tapi pengembangan ekonominya masih diabaikan.

Lahan pertanian di perbukitan desa Nebe kecamatan Talibura yang baru dibuka

“Petani kita  hanya bertani hanya sekedar untuk makan tidak untuk mendapatkan uang agar bisa hidup lebih baik ke depannya,”sebutnya di Sikka saat ditemui Cendana News, Kemarin.

Disebutkan, yang terjadi saat ini, anak petani usai kuliah tidak mau menjadi petani dan hanya berpikir untuk bagaimana menjual tanah agar bisa membeli motor, dan bekerja sebagai tukang ojek.

Dijelaskan, cara untuk meningkatkan kualitas hidup petani diantaranya dengan memberikan dorongan dan meyakinkan petani untuk memiliki penghasilan yang besar. Hal tersebut dengan cara memotivasi diri sendiri dan bantuan dari luar.

Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung

Selain itu, bantuan pemerintah setempat dalam memberikan pendampingan dan pelatihan juga dibutuhkan, terutama dalam mengolah pertanian lahan lahan kering yang banyak di daerah Sikka.

“Bekali ilmu pertanian lahan kering dan bila kurang tenaga maka perlu direkrut tenaga ahli pertanian lahan kering untuk jadi penyuluh khusus di lahan kering,” pintanya.

Dikatakan, lahan kering sering terkendala dalam ketersediaan air, dan hal ini perlu dipikirkan bersama, baik pemerintah maupun petani. Selain itu, pembuatan terasering yang telah lama ditinggalkan pun perlu digalakan lagi, sehingga air hujan bisa tertahan dan terserap di terasering yang kebanyakan dibuat pada lahan pertanian yang miring.

“Pikiran orang selama ini air hanya dipakai untuk mengairi lahan sawah tidak dipikirkan untuk melewati lahan kering sehingga airnya bisa dipakai untuk menyiram kakao, kelapa dan tanaman lainnya,” terangnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.