Aia Aka Santan Sehat dan Es Rumput Laut yang Segar di Padang

993

SABTU, 25 MARET 2017

PADANG — Di Padang, Sumatera Barat, banyak minuman khas yang benar-benar merupakan racikan masyarakat Minang. Seperti halnya minuman khas bernama Aia Aka (Air Kacang). Minuman Aia Aka ini hanya dijual oleh pedagang kaki lima yang berdiri di pinggir jalan menggunakan gerobak, dan Aia Aka juga tidak akan ditemukan di cafe atau bahkan restoran.

Air Aka yang dicampur santan kelapa

Penjual Aia Aka di Balai Baru Padang, Dabud, mengatakan, penjual Aia Aka di Padang tergolong cukup banyak, hampir di setiap kelurahan menjual Aia Aka. Apalagi harga per gelas Air Aka hanya Rp3.000. Baik itu Air Aka campur jeruk, maupun campur santan kelapa.

Menurut Dabud, Aia Aka terbuat dari perasan daun cincau, sehingga berbentuk agar-agar. Untuk menyajikannya, Dabud hanya mengambil dua sendok Aia Aka yang berbentuk agar-agar warna hijau itu, lalu dicampur dengan jeruk dan juga ada dari santan kelapa, jika telah tercampur maka akan terlihat seperti cendol. “Minuman Aia Aka ini ada khasiatnya, yakni mampu meredakan panas dalam. Meminum Aia Aka ini paling enak ketika cuaca panas,” jelasnya, Sabtu (25/3/2017).

Namun, ketika ditanya kapan awal mula adanya minuman Aia Aka tersebut, Dabud mengaku tidak mengetahui secara pasti sejarahnya. Namun, yang jelas minuman Aia Aka sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Reni yang menjual Es Rumput Laut di Padang

Salah seorang pelanggan Aia Aka, Eki, mengatakan, rasa Aia Aka yang paling digemarinya ialah rasa Aia Aka campur santan kelapa. Menurutnya, rasa santan yang dicampur dengan gula, lalu diaduk dengan Aia Aka yang mirip agar-agar itu sungguh lezat. “Saya sering membelinya di waktu sore ini, karena setelah seharian beraktivitas, lalu meminum Aia Aka membuat saya merasa segar,” kata Eki, yang merupakan salah seorang petugas keamanan di perusahaan kendaraan roda empat di Padang.

Berbicara soal minuman segar, ada lagi minuman lainnya, yakni Es Rumput Laut. Nah, minuman yang satu ini, paling laris di waktu bulan Ramadhan sebagai minuman saat berbuka. Ini dikarenakan Es Rumput Laut memiliki banyak campur buah-buahan, seperti pepaya, nangka, cincau, susu, dan rumput laut.

Penjual Es Rumput Laut di salah satu sekolah di Padang, Reni, menjelaskan, untuk membuat Es Rumput Laut tidak terlalu rumit, seperti menyediakan pepaya dan nangka, cincau, susu, dan rumput laut. Serta yang terpenting ialah santan kelapa yang masih baru. “Jika semuanya sudah ada, tinggal dimasukkan ke dalam gelas atau piring makan sesuai keinginan. Lalu, disirami dengan santan kelapa, dan masukkan beberapa buah es,” jelasnya.

Menurut Reni, menjual Es Rumput Laut sudah lama dijalaninya. Harga jual per porsi Es Rumput Laut sebesar Rp5.000 membuatnya merasa usaha itu cocok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Belum lagi harga yang cukup murah, membuat Es Rumput Laut cukup banyak pembeli.
Reni juga mengatakan, cukup ramai penjual Es Rumput Laut di Padang, dan hampir di sejumlah tempat keramaian ada yang jual Es Rumput Laut. Apalagi saat Ramadhan, berbagai varian Es Rumput Laut banyak dijual. “Larisnya Es Rumput Laut itu, karena rasa enak dan segar, serta ada buah-buahannya, jadi selain bisa meminumnya, isi di dalamnya bisa dimakan,” kata salah seorang pembeli, Widya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Muhammad Noli Hendra

Baca Juga
Lihat juga...