90 Juta Kasus Kejahatan Dunia Maya, Terjadi di 2016

96

SENIN, 15 MEI 2017

YOGYAKARTA — Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Dr. Djoko Setiadi, M.Si., menyebut peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus melonjak sejak beberapa waktu terakhir ternyata berbanding lurus dengan peningkatan jumlah tindak kejahatan di dunia maya atau cyber crime.

Djoko Setiadi 

Berdasarkan data 2016, tercatat ada sebanyak 132 juta pengguna internet di Indonesia. Namun, pada tahun yang sama juga tercatat ada sebayak 90 juta tindak kejahatan terjadi di dunia maya. Djoko menyebut, tingginya tindak kejahatan di dunia maya terjadi karena semakin terbukanya akses informasi di era Internet seperti saat ini.

Menurut Djoko, informasi dapat dengan mudah didapatkan di internet. Bahkan kebebasan untuk mengakses informasi itu dijamin dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Padahal, perkembangan teknologi informasi tersebut secara nyata membawa kosekuensi berupa kerawanan atau ancaman terhadap keamanan informasi, khususnya informasi sensitif dan strategis.

“Karena itu, negara harus mampu menyikapi dengan mewaspadai setiap kerawanan maupun ancaman keamanan informasi yang ada. Karena informasi merupakan aset, yang harus dapat terjaga kekerahasiaannya. Jika sampai bocor, maka dampaknya akan menimbulkan kerusakan sangat besar. Sehingga ini harus diperhatikan semua pihak,” katanya, dalam kegiatan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) bertema ‘Perjalanan Sejarah Persandian Menuju Cyber Security, di Yogyakarta, Senin (15/5/2017).

Dalam kesempatan itu, Djoko menyebut pemanfaatan ilmu dan teknologi persandian dapat digunakan untuk menjamin keamanan informasi. Teknologi ini dapat dimanfaatkan jika sudah terdapat tuntunan dan pijakan dalam mengklasifikasikan informasi. Karena itu, perlu adanya payung hukum yang memayungi kewajiban mengamankan informasi berklasifikasi.

“Keterbukaan informasi publik selama ini kerap disalah-artikan. Seolah-olah siapa saja bebas mengakses informasi tanpa batas, karena dilindungi Undang-Undang. Padahal, terdapat pasal tertentu seperti pasal 17 untuk informasi yang dikecualikan. lnformasi tersebut harus diamankan untuk mejaga stabiliitas negara,” katanya.

Lembaga Sandi Negarasebagaimana lembaga persandian yang ada di semua negara, dikatakan bertugas dalam bidang keamanan informasi. Yakni, dalam menjaga keutuhan dan kerahasiaan informasi agar terhindar dari berbagai tindak kejahatan di dunia maya atau cyber crime. Apakah itu berupa penipuan, pemalsuan informasi atau pencurian data. Baik itu menyangkut informasi pribadi, bisnis, terlebih informasi rahasia negara.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Source: CendanaNews

Komentar