Belum Ada Listrik, Warga Wairbou Gunakan Tenaga Surya

76

RABU, 3 MEI 2017

MAUMERE — Listrik tenaga surya bagi warga Kampung Wairbou, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang terdiri atas 18 rumah dan dihuni sekitar 72 warga belum memiliki listrik. Padahal, desa itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Trans Flores yang terdapat jaringan listrik milik PLN.

Rumah Maria Dua Lodan di Kampung Wairbou yang menggunakan listrik tenaga surya.

Akibat ketiadaan listrik, Yoland Donaldus Jago Lewar, warga Wairbou, terpaksa mengandalkan tenaga surya untuk penerangan saat malam hari dan mengisi baterai telepon genggam milik warga lainnya. “Kalau malam, kami menggunakan untuk menonton televisi dan terkadang siang hari juga kami gunakan untuk mendengarkan musik dan radio, sehingga bisa mendapatkan informasi,” ungkapnya.

Saat dihubungi Cendana News, Rabu (3/5/2017), Don, sapaannya, mengatakan, listrik tenaga surya yang dimilikinya berdaya 50 volt dan bisa digunakan untuk penerangan hingga siang hari, bila menyalakan dua bola lampu 10 watt saat malam hari.

Maria Dua Lodan, warga Wairbou lainnya  kepada Cendana News menyebutkan, di Kampung Wairbou, hanya dua rumah saja yang menggunakan listrik tenaga surya yang semuanya dibeli sendiri di pertokoan di Kota Maumere. Menurutnya, memang warga ditawari untuk memasang listrik tenaga surya oleh PLN cabang Maumere, namun banyak warga yang tidak mau karena mereka ingin agar PLN bisa memasang jaringan listrik ke kampung mereka.

“Coba kalau warga pasang listrik tenaga surya dari PLN, kampung ini bisa terang saat malam hari daripada harus mengeluarkan uang untuk membeli bensin untuk menghidupkan generator,” ungkapnya.

Maria Dua Lodan

Bila menggunakan generator, sambung Maria, maka listrik hanya bisa dinyalakan saat malam hari dan harus mengeluarkan uang sebesar 15 ribu rupiah untuk membeli bensin 1,5 liter di kios yang berada di Desa Nebe,  tapi hanya bisa dipakai untuk penerangan dari jam  6  sore hingga jam 11 malam saja. “Kami bersyukur memakai listrik tenaga surya, sehingga tidak perlu membeli bensin lagi setiap hari, sebab penghasilan kami sebagai petani juga sangat terbatas,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Source: CendanaNews

Komentar