Bubur Bassang dan Barobbo, Kuliner Khas Makassar Menuju Kelangkaan

312

SABTU, 20 MEI 2017
MAKASSAR — Warung kecil bertenda biru milik H. Khaidir terletak di Jalan Yos Sudarso ini sepintas biasa.  Tetapi warung tenda biru itu merupakan salah satu warung yang menjual Bubur Bassang. Warung itu sudah menjajakan kuliner tradisional khas Makassar itu selama 40 tahun ini. 

Bubur Bassang varian MIlo.

Bahkan baku dari Bubur Bassang adalah jagung pulut. Menurut Khaidir Bubur Bassang sangat di nikmati sekali pada pagi hari ketika hangat. Itu sebabnya orang Makassar senang menyantapnya sebagai sarapan.

“Biasanya ibu-ibu akan membelikan sarapan paginya di sini sebagai pengganti nasi. Selain mereka para pegawai kantoran juga sebelum berangkat bekerja mampir kesini”. ungkap Khaidir pada Cendana News.

Khaidir mulai menjajakan dagangannya pada pukul 06.00-12.00 siang. Di sini terdapat 2 varian rasa bassang. Bassang original dan Bassang campur Milo. Yang menarik di warung ini tersedia menu Bassang bagi penderita diabetes.

Khaidir, pedagang Bubur Bassang.

Seporsi Bassang original dipatok harga Rp5000 rupiah, sedangkan untuk Bassang Milo dikenakan harga Rp6000 rupiah per porsinya.

Meski sudah 40 tahun berjualan kini Khaidir menemui kendala dalam berjualan. Bassang kini peminatnya sudah menurun bahkan terancam punah.

“Bahkan di Makassar sendiri hanya 3 warung saja yang masih tetap menjual bassang ini karena makanan seperti ini digeser dengan makanan modern lainnya,” imbuh Khaidir.

Ketika Cendana News mencoba Bubur Bassang ini. Rasa jagung pulut gurih yang menyatu dengan kuah kentalnya yang manis sangatlah terasa di lidah.

Selain Bubur Jagung Bassang yang manis ada juga Bubur Jagung Barobbo. Kuliner yang terakhir ini merupakan makanan khas palopo. Bubur Jagung Barobbo sendiri berbeda dengan bassang yang rasanya manis. Bubur Jagung Barobbo sendiri kaya akan rempah.

Barobbo menggunakan jagung kuning dan dicampur bubur nasi dan sedikit daunan hijau serta bawang goreng. ditambah dengan lombok dan ikan kering.

Menurut Ati,  penjaga Warung Makan Kapolo, kuliner berlokasi di Jalan Faisal XII nomor 6. Jika ada orang yang rindu dengan kampungnya di Kabupaten Palopo datang ke sini dan memesan Barobbo. Harga per porsi bubur jagung barobbo ini dipatok Rp13.000.

“Bubur jagung ini memiliki pelanggan setia tersendiri diwarung ini banyak pelanggan yang merassa rindu Palopo yang belum sempat kembali datang dan makan Barobbo di sini”. jelas Ati.
 

Rumah Makan Kapolo.

Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Nurul Rahmatun Ummah
Source: CendanaNews

Komentar