Dinas Ketahanan Pangan Akan Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Jelang Ramadan

106

MINGGU, 14 MEI 2017

LAMPUNG — Kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Lampung Selatan menjadi perhatian bagi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan. 

Noviar Akmal , Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, Novial Akmal menyebut jelang bulan suci Ramadan pihaknya akan melakukan pemantauan (monitoring) sejumlah harga kebutuhan pokok bersama dengan instasi terkait.

Instansi yang dilibatkan seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) serta pihak satuan tugas pangan yang dibentuk pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Polres Lampung Selatan, Bulog dan Karantina Pertanian.

Noviar mengungkapkan pemantauan tersebut dilakukan untuk mengecek kualitas barang yang diperjualbelikan di pasaran di antaranya terkait masa kadaluarsa barang serta kemasan yang digunakan.

Ia menegaskan dengan adanya pemantauan tersebut bisa menjadi pengingat kepada para pedagang untuk memperhatikan kualitas barang yang dijual termasuk masa berlaku produk pangan, kemasan serta dispasritas harga yang ada di pasaran.

Beberapa barang yang akan diperiksa ialah kebutuhan pokok berupa beras, gula, terigu, telur, daging ayam, daging sapi serta sejumlah kebutuhan pokok masyarakat jelang bulan suci Ramadan.

“Selain pengecekan harga dilakukan untuk memantau harga jelang Ramadhan persiapan untuk penyelenggaraan pasar murah oleh pemerintah juga akan dilakukan untuk meringankan beban masyarakat jelang Ramadan,” papar Noviar Akmal, Minggu (14/5/2017).
 
Permintaan sejumlah komoditas perdagangan di sejumlah pasar tradisional membuat sejumlah pedagang berlomba lomba mencari keuntungan. Menurut Noviar pihaknya bekerjasama dengan pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung.

Kerjasama ini mengamankan beberapa ton daging kerbau liar (alana) asal India dan daging celeng dari Lampung tujuan Tangerang merupakan bentuk antisipasi melindungi konsumen. Penyelundupan daging tersebut dikuatirkan akan dipergunakan oleh oknum oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan pengoplosan daging sapi dengan daging celeng tanpa diketahui konsumen.

Satuan tugas pangan yang dibentuk oleh Pemkab Lampung Selatan dengan Dinas Ketahanan Pangan menjadi salah satu instansi yang dilibatkan juga diakuinya akan memastikan harga kebutuhan pokok tidak melonjak tinggi menjelang Ramadan.

Selain memantau harga stok kebutuhan pokok juga dipantau secara khusus oleh satgas pangan termasuk kemungkinan oknum tak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan stok barang untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi saat kondisi pasokan barang berkurang.

Salah satu pedagang di pasar tradisional Pasuruan, Gopar, menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok diharapkannya tidak membuat permintaan masyarakat berkurang. Sebagai antisipasi untuk menghindari penumpukan barang Gopar mengaku membeli sejumlah kebutuhan pokok dari distributor yang diminati konsumen jelang Ramadan seperti telur, terigu, gula merah, gula putih, minyak goreng serta susu kaleng dalam jumlah banyak mengingat kebutuhannya yang dipastikan tinggi.

“Menjelang Ramadan dan selama Ramadan kebutuhan bahan baku pembuatan kue serta makanan ringan akan semakin meningkat sehingga perlu disediakan di warung sejak sekarang,”  ujar Gopar.

Pedagang lain, Yuli mengungkpkan khusus untuk kebutuhan ayam potong saat ini menjelang Ramadhan sejumlah peternak ayam membatasi pasokan ayam ke pengecer. Yuli yang menyediakan ayam potong untuk kebutuhan masyarakat pada hari biasa sebanyak 300 ekor kini hanya dipasok 200 ekor.

Potensi kenaikan harga ayam potong yang semula Rp30 ribu perekor bisa menjadi Rp45 ribu perekor membuat sejumlah peternak menahan menjual ayam pedaging dalam jumlah banyak. Meski masih dibatasi namun Yuli mengakui kebutuhan masyarakat akan daging ayam masih belum cukup banyak berbeda dengan tahun sebelumnya yang akan meningkat sepekan jelang Ramadan.

Yuli salah satu pedagang ayam memenuhi permintaan konsumen.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Komentar