Elpiji Mulai Langka di Dua Kecamatan Lampung Selatan

112

SABTU, 20 MEI 2017

LAMPUNG—Sejumlah ibu rumah tangga di Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan  mengaku mengeluhkan ketersediaan bahan bakar elpiji untuk aktivitas memasak sehari hari. 

Ibu, salah seorang pedagang elpiji.

Menurut Yessi, salah satu ibu rumah tangga di Dusun Siringitik Desa Bakauheni kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram, ukuran 5,5 kilogram dan ukuran 12 kilogram sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

Ia mengaku sudah mendatangi sejumlah pengecer hingga ke desa tetangga namun sebagian tidak memiliki stok. Beruntung ia bisa mendapatkan gas elpiji berbagai ukuran di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Coco 21.101.02 Desa Kekiling Kecamatan Penengahan.

Yessi mengungkapkan ia menyebut di sejumlah pengecer saat ini harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram bersubdisi sudah mencapai Rp25.000 per tabung. Sementara tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram non subsidi bisa mencapai harga Rp71.000 per kilogram.

Meski harga di tingkat pengecer sudah naik namun ia menyebut justru tidak memperoleh barang yang hendak digunakannya. Sejumlah pengecer yang telah didatanginya bahkan memiliki cukup stok tabung meski kosong karena para pengecer mengaku belum mendapat pasokan dari para agen dan distributor.

“Terpaksa saya membeli tabung gas elpiji dari Pertamina yang ada di SPBU Kekiling yang masih memiliki stok meski masih ada puluhan tabung terisi dan sisanya kosong baik ukuran 3 kilogram maupun ukuran 5,5 kilogram dan ukuran 12 kilogram,” terang Yessi salah satu ibu rumah tangga di Desa Bakauheni saat ditemui Cendana News, Sabtu sore (20/5/2017).

Yessi menyebut kelangkaan tabung gas elpiji diiringi dengan merangkaknya harga tabung gas berbagai ukuran tersebut diperkirakan akibat faktor semakin dekatnya bulan suci Ramadan.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera bisa melakukan operasi pasar murah baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan akan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang dipergunakan untuk golongan ekonomi menengah.

Yessi mengungkapkan saat ini dirinya dan masyarakat belum mendapat informasi akan adanya penyelenggaran operasi pasar murah khususnya elpiji ukuran 3 kilogram.

Kelangkaan tabung elpiji berbagai ukuran yang dialami sejumlah ibu rumah tangga tersebut dibenarkan pedagang pengecer tabung gas elpiji. Ibnu, salah satu pengecer tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram bersubsidi dan tabung gas ukuran 5,5 kilogram mengakui sudah mengalami kelangkaan sejak sepekan terakhir.

Menurut Ibnu saat ini di gudang miliknya ada sejumlah tabung gas berbagai ukuran namun tak ada satupun yang terisi. Sebagai agen sekaligus pengecer ia menyebut beberapa pengecer di warung warung kecil disebutnya sudah menelpon untuk meminta stok namun ia masih harus menunggu kiriman dari distributor.

“Saya juga sudah diminta oleh warung warung kecil terkait kosongnya tabung gas yang diminat oleh konsumen sementara sebagai pengecer dan agen kecil saya juga masih menunggu dari distributor,”terang Ibnu.

Ia menjelaskan dalam dua pekan dirinya yang memiliki bisnis agen air minum dan agen elpiji tersebut mengaku stok tabung gas elpiji berisi masih berlum diperoleh. Ia masih menunggu kiriman tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan ukuran 5,5 kilogram dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang ada di Kecamatan Sidomulyo. Distributor menjanjikannya barang akan dikirim dalam satu dua hari ke depan akibat permintaan yang cukup banyak dan belum bisa dipenuhi.

“Saya juga banyak dikomplain pelanggan langsung dan pelanggan yang akan mengecer lagi karena dikira menimbun padahal memang sebagian besar elpiji sedang kosong di gudang saya,” terang Ibnu.

Saat ini kepada konsumen tabung gas elpiji yang dijual dengan Harga Eceren Tertinggi (HET) Rp16.5000 di tingkat pedagang warung  dijual dengan harga Rp18.000 pertabung dan di tingkat konsumen dijual dengan harga Rp22.000 pertabung.

Sementara untuk tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram non subsidi dijual dengan harga Rp71.000 per tabung. Sebagai pebisnis air minum dan elpiji ia menyebut stok barang menjelang bulan suci Ramadan mulai menunjukkan kelangkaan, sehingga dirinya harus bisa menjelaskan kepada konsumen keterlambatan distribusi menjadi faktor kelangkaan tabung gas elpiji sejak dari tingkat distributor.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Komentar