Jelang Ramadhan, BKP Lampung Perketat Pengamanan Bahan Pangan

162

SENIN, 8 MEI 2017

LAMPUNG — Peningkatan distribusi barang kebutuhan pokok dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya terutama komoditas pertanian, hewan, ikan dan tumbuhan menjadi perhatian bagi pihak Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Lampung. 

Puji Hartono (kiri) Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Lampung dan Azhar (kanan) Penanggung Jawab Kantor BKP Wilker Bakauheni.

Menurut Kepala Seksi Karantina Hewan BKP Kelas I Lampung Drh. Puji Hartono, perlalulintasan komoditas pertanian dan hewan antar pulau menjadi tanggung jawab pihak BKP terutama di Bakauheni yang menjadi pintu masuk dan pintu keluar berbagai komoditas pangan. Ia menyebut, menjelang bulan suci Ramadhan beberapa komoditas yang memiliki lalulintas cukup tinggi di antaranya jenis telur, bawang merah, bawang putih ternak serta berbagai kebutuhan pokok lain dalam bentuk olahan jadi.

BKP Lampung Wilker Bakauheni, ungkap Puji Hartono, bahkan telah menyiagakan tiga pos pengawasan perlalulintasan di ujung Sumatera di antaranya di Jalan Lintas Sumatera Desa Hatta, di Jalan Lintas Timur Sumatera dan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Setiap komoditas pertanian yang dilalulintaskan sesuai aturan Undang-undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Beberapa persyaratan dan prosedur karantina hewan yang harus dipenuhi di antaranya sertifikat kesehatan hewan atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), surat karantina, syarat lain serta melaporkan ke petugas karantina.

“Selama ini banyak pengiriman komoditas pertanian dan hewan yang tidak dilaporkan ke karantina bahkan diselundupkan baik satwa hewan maupun pertanian dan terakhir kemarin pengiriman bahan pangan olahan, daging beku tanpa dokumen baik impor maupun dokumen yang dipersyaratkan lainnya,” terang Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Lampung,.Puji Hartono, saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (8/5/2017).

Ia menyebut, karantina tidak pernah mempersulit proses pengiriman komoditas pertanian, hewan, selama mematuhi prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan. Pengawasan akan terus dilakukan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni untuk berbagai jenis komoditas pangan terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Khusus untuk kasus pengamanan daging beku kerbau India (Alana) dengan jenis gold dan Al Kabeer ia menyebut saat ini dengan adanya satuan tugas (Satgas) pangan yang beranggotakan unsur kepolisian, bulog, dinas perdagangan, dan karantina maka kasus tersebut ditangani oleh Polres Lampung Selatan.

Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Rizal Effendi, sekaligus anggota Satgas Pangan.

Penanganan dua kendaraan truk bernomor polisi BL 84595 AA pengangkut daging kerbau India dan juga kendaraan L300 bernomor polisi BE 9849 CO pembawa produk olahan daging berupa nuget, bakso dan sosis kini telah ditangani oleh bagian kriminal khusus (Krimsus) Polres Lampung Selatan yang juga merupakan anggota Satgas Pangan. Meski demikian sebelum adanya satgas pangan, Puji Hartono menyebut tugas balai karantina pertanian salah satunya memberi rasa aman dan nyaman kepada konsumen agar mendapatkan komoditas pangan yang diolah sesuai dengan persyaratan dan juga terkait kesehatan bahan pangan yang harus diperiksa melalui uji laboratorium.

Terkait keberadaan Satgas Pangan, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi Rizal Effendi menyebut, sesuai instruksi Satgas Pangan berkoordinasi dengan Pemkab Lampung Selatan dalam hal ini bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi perdagangan. Sementara itu Satgas Pangan dibentuk untuk melakukan pengawasan distribusi, disparitas harga di pasar dan penegakan hukum terkait penyimpangan dalam distribusi, penyimpanan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan.

Selain melakukan monitoring pihaknya juga telah melakukan upaya pengamanan terhadap pengiriman bahan pangan yang tak dilengkapi dengan dokumen resmi sesuai yang dipersaratkan karantina di antaranya pengiriman daging kerbau India beku, nuget, sosis dan bakso. Pengamanan dilakukan di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni bekerjasama dengan pihak balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni.

Daging kerbau India beku dan olahan produk daging nuget, sosis, dan bakso tanpa dokumen diamankan Satgas Pangan.

“Khusus untuk pelaksanaan operasi pasar ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern koordinasi serta monitoring akan dilakukan dengan instansi terkait dalam waktu dekat ini,” terang AKP Rizal Effendi.

Upaya menghindari para spekulan atau pedagang nakal di sejumlah wilayah di Polres Lampung Selatan, AKP Rizal Effendi juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika ada penyimpangan dalam distribusi barang. Penyimpangan tersebut diakuinya bisa dengan melakukan penimbunan berbagai kebutuhan pokok masyarakat termasuk penimbunan kebutuhan bahan bakar elpiji yang dilakukan oleh agen nakal. Masyarakat yang mengetahui hal tersebut bisa melaporkan ke Satgas Pangan baik ke Pemkab Lampung Selatan maupun ke Polres Lampung Selatan.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar