Kejar Capaian IPM, Tingkatkan Kinerja Tim KPLDH

105

SELASA, 16 MEI 2017

JAKARTA — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya ditargetkan 80 persen dapat tercapai. Untuk itu, Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat memandang kinerja Tim ‎Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) juga perlu ditingkatkan.

Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat saat memberikan pembekalan kepada Tim KPLDH.

Djarot menyatakan, IPM di DKI Jakarta saat ini sudah mencapai 79,6 persen. Dengan persentase itu, DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia.

“Saya sampaikan kepada Tim KPLDH untuk terus melayani dengan hati.‎ Sehingga, IPM di Jakarta bisa meningkat,” ujar Djarot, usai memberikan arahan dalam rangka pembekalan Tim KPLDH, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Ia juga menjelaskan, satu tim KPLDH berjumlah tiga orang yang terdiri dari satu dokter, satu bidan dan satu perawat. Saat ini, untuk setiap tim mendapatkan tugas untuk melayani 5.000 warga.

“Kalau IPM sudah 80 persen, maka satu tim hanya akan melayani sekitar 1.250 warga. Saya minta, layanan yang diberikan bukan hanya bersifat preventif, tapi juga promotif,” tambahnya.

KPLDH Telah Layani 163.958 Warga
Program KPLDH yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga kini telah melayani sebanyak 163.958 warga. Ada pun sasaran awal warga yang terlayani program ini sebanyak 931.740.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan, pada akhir 2016 lalu, program KPLDH sudah melakukan pelayanan medis kepada 51.414 warga. Sedangkan tahun ini, ditargetkan sebanyak 112.571 warga juga akan mendapatkan pelayanan medis.

“Ada 10 penyakit yang terlayani, yakni, hipertensi, DM tipe 2, TB paru, asma, kanker, osteoporosis, dysiplidemia, dan gizi,” ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Ia juga menambahkan, berdasarkan pendataan penyakit oleh tim KPLDH, persentase penyakit terbanyak diderita ialah hipertensi sekitar 28 persen dan TB paru sebesar 21 persen.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, telah terjadi peningkatan jumlah warga yang berobat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh wilayah ibu kota pasca diterapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Atas dasar hal itu Pemprov DKI Jakarta melalui Dinkes membentuk sebuah program yang dapat mengurai permasalahan kesehatan yang kompleks di Jakarta. Program itu adalah Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH). Program KPLDH digagas langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto.

Dengan program ini diharapkan dapat menjangkau warga DKI Jakarta yang membutuhkan petugas kesehatan dengan mudah.

Selain itu, program KPLDH ini juga diprakarsai oleh tim PKK DKI bekerjasama dengan sejumlah LSM. Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan, sejak program JKN diberlakukan sekitar tiga tahun lalu, pasien yang berobat di seluruh puskesmas yang ada di ibu kota semakin banyak.

“Untuk itu, kami membuat program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH). Kalau ketemu wanita usia subur, kita akan cek IFA. Apabila ada bayi imunisasi, kalau ada lansia kita lanjutkan program di situ. Warga Jakarta yang belum memiliki BPJS, kita akan kasih. Harapan kami semuanya jadi data,” tambah Koesmedi.

Tugas utama tim KPLDH adalah melakukan tindakan preventif (pencegahan) dan promotif (pemeliharaan dan peningkatan), dengan tetap melakukan tindakan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif bila diperlukan sebagai tindakan awal.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto.

Tindakan-tindakan tersebut diawali dengan melakukan pendataan kesehatan di wilayah kerja masing-masing, kemudian tim akan melakukan pengolahan data untuk menentukan prioritas masalah.

Dengan adanya program KPLDH ini, diharapkan permasalahan kesehatan di wilayah Jakarta akan semakin berkurang. Sehingga ke depan diharapkan masyarakat dapat hidup dengan sejahtera dan semakin menyadari akan pentingnya kesehatan dan lingkungan yang juga sehat.

Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto:  Bayu A. Mandreana

Source: CendanaNews

Komentar