Kemenkumham, Ancam Pecat Pegawai Lapas Terlibat Suap

136

RABU, 17 MEI 2017

YOGYAKARTA — Direktur Jenderal (Ditjen) Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Widodo Ekatjahtjana, menegaskan, tak boleh ada kasus suap-menyuap dalam semua lembaga pemasyarakatan atau lapas yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi, jika kasus itu hingga memicu terjadinya kericuhan dan menyebabkan larinya para narapidana. 

Widodo Ekatjahtjana

“Pak Menteri sudah sangat tegas, jika sampai ada yang terlibat kasus suap-menyuap akan langsung dipecat,” katanya, saat meninjau Lapas Klas II A Wirogunan Yogyakarta, Rabu (17/5/2017).

Selain pemecatan, oknum penjaga, sipir atau petugas Lapas yang menerima suap dikatakan akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Hukuman pidana akan diterapkan untuk memberi efek jera bagi petugas yang bermain suap-menyuap di penjara tersebut.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Wirogunan Yogyakarta, Suherman, mengatakan Lapas Wirogunan sendiri memiliki kapasitas 470 warga binaan. Saat ini, Lapas Wirogunan dihuni sebanyak 458 warga binaan yang masih menjalani masa hukuman. Warga binaan tersebut meliputi berbagai kasus, mulai dari kriminal umum seperti pencurian, penipuan, hingga kasus korupsi. “Disini tidak ada kasus narkoba, karena Lapas Narkoba sudah ada di Pakem, Sleman,” ujarnya.

Suherman menjelaskan, dari 458 warga binaan, ada sebanyak 118 warga binaan perempuan. Termasuk, terpidana mati asal Piliphina, Mary Jane Fiesta Veloso, yang masih mendekam di Lapas, ini. Untuk menjaga keamanan Lapas serta mengoperasikan Lapas, pihaknya memiliki sejumlah pegawai yang bertugas di penjara sebanyak 134 petugas. Jumlah itu terbagi menjadi dua bagian, yakni pegawai administrasi serta penjaga atau sipir.

“Khusus untuk sipir ada 70-an orang, yang dibagi menjadi beberapa giliran jaga. Masing-masing regu ada 24 orang, sisanya memback-up. Selain itu, kita juga melibatkan pihak kepolisian maupun TNI untuk melakukan keamanan,” ujarnya.

Suherman

Terkait isu banyaknya kasus suap narapidana di penjara, Suherman menegaskan, hal itu tidak terjadi di Lapas Wirogunan. Pihaknya mengaku akan memberi sanksi tegas jika ada sipir yang terlibat kasus suap menyuap di penjara. “Zaman dulu mungkin ada, tapi kalau sekarang saya pastikan tidak ada,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Source: CendanaNews

Komentar