Koordinasi Timpora, Imigrasi Kelas III Kalianda Gandeng Berbagai Instansi

108

KAMIS, 4 MEI 2017

LAMPUNG — Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat bersama pembentukan tim pengawasan orang asing (Timpora ) dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak jika ada temuan. Tim tersebut dipandang perlu dibentuk dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, terutama yang menjadi jalur perlalulintasan antar provinsi dan antar pulau.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda (baju biru),Camat Bakauheni Zaidan dalam pembentukan Timpora

“Pentingnya melakukan pengawasan terhadap orang asing dan untuk membahas masalah-masalah aktual dan sedang berkembang terkait pengawasan keimigrasian, utamanya masalah yang berhubungan dengan keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Lampung Selatan,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda, Edy Firyan, MH di kantor Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (4/5/2017)

Tujuan pembentukan untuk menuju keberhasilan dalam pengawasan yang sudah diamanatkan oleh Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011.

“Selain itu pengawasan orang asing merupakan bentuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” sebutnya.

Pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing akan berjalan secara optimal jika Timpora saling berkoordinasi, berintegrasi, bersinergi dan mempunyai satu visi dalam melakukan kegiatan pengawasan terhadap keberadaan orang asing yang berkemungkinan ada di wilayah Lampung Selatan.

Sementara itu, Camat Kecamatan Bakauheni, Zaidan menyebut dengan pembentukan Timpora maka daerahnya yang merupakan gerbang masuk dan keluar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dapat berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan pihak terkait. Zaidan menyebut meski selama ini pemerintah Bakauheni belum pernah melakukan tindakan pengamanan terhadap imigran dan saat dilakukan pemeriksaan ke sejumlah kontrakan tidak ada orang asing namun pembentukan Timpora sangat penting.

Selama ini Bakauheni hanya menjadi lokasi jalur perlintasan sejumlah imigran dan orang asing yang akan mencari suaka dan selalu ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni. Meski demikian sejumlah wisatawan dari luar negeri yang akan menuju ke sejumlah destinasi wisata tetap melewati Pelabuhan dan Kecamatan Bakauheni.

“Tekhnis dan bagaimana nanti tim akan bekerja akan ditentukan nanti karena saat ini baru rapat koordinasi dengan imigrasi dan kecamatan serta instansi lain,”ungkap Zaidan.

Ia berharap dengan dibentuknya Timpora yang dikukuhkan dengan surat keputusan dan juga tugas tugas khusus maka setiap petugas yang ditunjuk akan segera sigap berkoordinasi dengan pihak imigrasi kelas III Kalianda. Sebab secara khusus Kecamatan Bakauheni juga menjadi titik perlintasan utama antar pulau yang berpotensi menjadi jalur penyeberangan orang asing.

Berbagai instansi ikuti rapat pembentukan Timpora

Rapat yang dilakukan di kantor Kecamatan Bakauheni tersebut dihadiri oleh beberapa instansi terkait seperti jajaran pemerintahan Kecamatan Bakauheni, Polsek Penengahan, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bakauheni, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pendidikan Kecamatan Bakauheni, Kepala Urusan Agama serta instansi terkait yang berkaitan dan berhubungan dengan pengawasan orang asing di wilayah Lampung Selatan khususnya di wilayah ujung Selatan Pulau Sumatera.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar