Patung Rotan Raksasa Tandai #UnconditionalLove Vesak Festival 2017

Untuk pemasangan dan perakitan patung raksasa tersebut, pihak penyelenggara membutuhkan waktu hanya selama empat jam. Durasi itu dapat dibilang sebentar karena sebelumnya telah melakukan percobaan dan latihan di lokasi pembuatan.

Liman menambahkan, selain tiga diorama di atas, masih ada dua spot yang banyak diminati pengunjung, di antaranya wisdom quotes dan aspiration tree. Pengunjung dapat membaca berbagai kutipan kata mutiara dari ajaran Buddha serta menggantungkan harapan di aspiration tree. Tak heran dalam dua spot tersebut kerap terjadi antrean karena tingginya antusias pengunjung.

“Di wisdom quotes itu ada kata mutiara yang berasal dari Bahasa Pali lalu kami terjemahkan ke Bahasa Indonesia agar semuanya bisa membaca. Lalu di aspiration tree kami juga menyediakan ratusan kertas berwarna-warni yang sudah dilengkapi tali dan dapat ditulis. Setelah selesai menulis tinggal digantungkan saja. Untuk anak-anak bisa melakukan ritual memandikan Rupang Buddha,” jelasnya.

Acara Vesak Festival 2017 ini juga menarik perhatian pengunjung non-Buddha, salah satunya adalah Annisa Rahma. Perempuan berusia 17 tahun ini penasaran tentang perayaan Hari Raya Waisak oleh umat Buddha. Ia datang bersama keluarganya untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang agama lain di Indonesia.

“Sengaja datang sekalian jalan-jalan. Sebenarnya ingin tahu seperti apa umat Buddha kalau ibadah dan melakukan ritual keagamaan. Selain itu juga dengan menghargai keberadaan agama lain pasti menumbuhkan rasa toleransi,” kata Annisa.

Patung Buddha Tidur menjadi salah satu spot favorit pengunjung.

Jurnalis: Afif Linofian/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Afif Linofian
Source: CendanaNews

Lihat juga...