Pemasyarakatan Pancasila Penting untuk Akhiri Persoalan Bangsa

103

SENIN, 8 MEI 2017

JAKARTA — Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyebutkan, Pancasila adalah pandangan hidup (way of life) dan pemersatu bangsa. Jika dijadikan perilaku, maka tidak ada lagi tindakan-tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

Sosialisasi empat pilar MPR RI

Hal tersebut dikatakan Zul, dalam sosialisasi empat pilar MPR RI ‘Pancasila‚Äč, UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika’ di Kampus STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2017).

Zul menjelaskan, mestinya dipahami bahwa dalam sejarah perjalanan NKRI, bangsa Indonesia besar dengan ragam budaya, sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) yang terhampar luas di tengah lintasan zamrud khatulistiwa. Sejak awal berdirinya NKRI, Kebhinekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus diakui, diterima dan dihormati.

“Sekarang aneh, orang melaksanakan agama dengan baik, dibilang radikal, tidak toleran, kurang moderat. Padahal ucapan ‘Takbir’ itu sejak Indonesia merdeka. Kemerdekaan Indonesia tidak akan terwujud tanpa suara takbir,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, mahasiswa harus paham bahwa kebhinekaan itu anugerah yang harus dipertahankan, dipelihara dan dikembangkan yang kemudian diwujudkan dalam semboyan Bhinneka tunggal Ika. Pancasila harus dimengerti secara utuh dan menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat.

“Untuk itu, pemasyarakatan Pancasila itu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara secara konsekuen serta untuk mengakhiri berbagai persoalan yang terjadi saat ini,” tutur Zul.

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adista Pattisahusiwa

Source: CendanaNews

Komentar