Penambahan Kursi DPR, Maluku Dan Kepulauan Riau Harus diprioritaskan

68

SABTU, 20 MEI 2017

JAKARTA—Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Indonesia (DPR RI) kembali gulirkan rencana penambahan kursi anggota saat pemilihan legislatif nanti. Para anggota dewan menganggap alokasi kursi DPR memang belum pernah ideal. Sebab masih banyak provinsi, alokasi kursi tidak pernah sebanding dengan jumlah penduduk yang ada. 

Margrito Kamis.

Menganggapi hal tersebut, pakar hukum tata negara, Margarito Kamis mengatakan pada dasarnya ia setuju dengan rencana penambahan kursi DPR. Namun, ia melihat saat ini alasan yang dikemukakan DPR untuk penambahan kursi terkesan politis.

Margarito Menjelaskan, penambahan kursi DPR, Memang adil, tetapi pertimbangannya bukan pada yang mereka gunakan sekarang ini. Tambah kursi penting, kalau pertimbangannya untuk penguatan bangsa dalam rangka memberikan bentuk filsafat gotong royong.

“Saya kira tambah kursi sangat bagus. Tapi kalau untuk seperti sekarang wacana itu bohong semua. Ini kepentingan kelompok,” kata Margarito, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (20/5/2017).

Margarito mengakui ada ketimpangan dalam alokasi kursi di DPR saat ini. Pasalnya, di beberapa Provinsi di Indonesia, jumlah kursi anggota dewan yang didapat sangatlah kecil. Misalnya Kepri dan Maluku masing-masing hanya  ada tiga.

Dikatakan, dengan sedikitnya jumlah anggota kursi anggota DPR di beberapa daerah, hal tersebut menjadi kendala pembangunan di wilayahnya. Karena selama ini, yang dapat bicara banyak hanya anggota DPR Provinsi yang memiliki jatah kursi besar.

“Jika, porsi Itu ditambah, hal ini untuk menguatkan bangsa kita, rasa kebangsaan kita, integritas nasional kita, menurut saya masuk akal,” ungkapnya.

“Kalau kita mau bicara kebangsaan, mau bicara gotong royong, tambah kursi untuk diprioritaskan bagi daerah-daerah yang sekarang ini cuman tiga kursi. Dengan begitu kan mereka bisa mengisi ke komisi-komisi yang ada,” ujar Margarito.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu takut dengan rencana penambahan kursi anggota DPR. Sebab, Inggris dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit dari Indonesia, memiliki anggota dewan yang lebih banyak dari Indonesia.

“Mengapa kita takut dengan soal jumlah? Sementara yang kita kehendaki dari waktu ke waktu adalah rasa kebangsaan, gotong royong dan integritas wilayah kita,” tutupnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa
Source: CendanaNews

Komentar