Pengadaan Fasum Koridor XIII Selesai Dilakukan

84

SELASA, 16 MEI 2017

JAKARTA — Menjelang peresmian beroperasinya jalur Transjakarta Koridor XIII yang akan dilaksanakan pada 22 Juni 2017, segala persiapan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Proses lelang pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk koridor TransJakarta itu, Flyover Tendean-Ciledug pun, juga sudah selesai dilakukan.

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, Blessmiyanda.

Lelang kelengkapan penunjang yang juga merupakan fasilitas umum (Fasum) itu digelar oleh Dinas Perindustrian dan Energi. Lelang itu diikuti oleh 109 perusahaan.

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, Blessmiyanda mengatakan, kontrak lelang tersebut sudah berlangsung sejak 5 Mei lalu dengan nilai alokasi anggaran yang ada sekitar Rp18,8 miliar.

“Realisasi nilai kontraknya sekitar Rp17,5 miliar,” ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Blessmiyanda juga menjelaskan, perusahaan pemenang lelang itu telah memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan.

Seperti diketahui, pembangunan Koridor XIII dengan rute Ciledug-Tandean telah dimulai sejak akhir tahun 2014. Jalan layang sepanjang 9,3 kilometer ini memiliki 12 halte.

Koridor ini akan diresmikan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) DKI Jakarta pada 22 Juni 2017.

Di koridor ini juga, akan terdapat dua kategori bus, yaitu bus reguler dan bus ekspres.

Bus reguler akan berhenti di setiap halte yang ada di koridor di atas jalan layang itu. Sedangkan bus ekspres hanya akan singgah di dua halte saja, yaitu Halte Velbak dan Halte CSW.

Ada pedoman yang ditetapkan oleh PT Transjakarta dalam operasional bus Transjakarta di koridor itu. Nantinya, setiap bus yang berhenti di satu halte hanya akan memakan waktu maksimal selama 20 detik. Namun, di halte yang nantinya jadi halte yang sibuk, akan ada alokasi waktu tambahan karena memakan waktu lebih dari 20 detik.

Jumlah bus Transjakarta yang akan beroperasi mendatang di koridor ini ada sekitar 40 bus Transjakarta. Sopir yang akan bertugas di koridor ini pun merupakan sopir yang sudah dipandang mahir dan memiliki jam terbang tinggi. Kondisi medan membuat PT Transjakarta lebih selektif memilih armada bus yang akan beroperasi di koridor ini dan sopir yang akan menjalankannya.

Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto: Bayu A. Mandreana

Source: CendanaNews

Komentar