Petani Bawang Merah Tunggu Harga Membaik Jelang Ramadhan

156

SELASA, 16 MEI 2017

LAMPUNG — Sejumlah petani bawang merah di Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda terus melakukan budidaya tanaman bawang merah di lahan pertanian yang mereka miliki.

Slamet, pedagang bawang merah dan bawang putih.

Juansah salah satu petani bawang merah dan bawang daun menyebut, selama curah hujan rendah di wilayah tersebut budidaya tanaman bawang merah menjadi pilihan bagi sebagian petani untuk membudidayakan komoditas pertanian yang menjadi bumbu dapur tersebut. Pada masa panen sebelumnya, Juansah menyebut harga bawang merah di tingkat petani hanya berkisar Rp20.000 per kilogram dengan harga jual di pasar mencapai Rp25.000 per kilogram. Namun mendekati bulan suci Ramadhan harga bawang merah mulai mendekati Rp27.000 per kilogram sebagian merupakan bawang merah asal Brebes Jawa Tengah untuk ukuran kecil dan seharga Rp28.000 untuk bawang merah ukuran besar.

Juansah yang mengaku menanam bawang merah sejak akhir bulan Maret dengan harapan bisa melakukan panen pada awal bulan Ramadhan berlangsung. Selain itu sebagian tanaman bawang merahnya ditanam berselang agar bisa dipanen menjelang atau memasuki hari raya Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah yang akan jatuh pada bulan Juli mendatang. Bermodalkan jutaan rupiah, ia menyebut, bercocok tanam bawang merah membutuhkan ketelatenan terutama dengan penggunaan air yang mengandalkan pengairan dari sumur bor untuk proses penyiraman dengan kondisi cuaca yang mulai minim curah hujan akhir-akhir ini. Sekali panen dengan lahan satu hektar ia menyebut dalam kondisi baik mampu memanen bawang merah sebanyak 6 ton dan sebanyak 5 kuintal bawang daun.

“Menanam bawang merah harus mampu menyiasati kapan kebutuhan akan tinggi dan juga saat kondisi cuaca cocok untuk menanam bawang merah agar kami bisa mendapatkan hasil maksimal, setidaknya tidak mengalami kerugian dengan tingginya biaya operasional,” terang Juansah, warga Desa Tajimalela, saat ditemui Cendana News di lahan pertanian tanaman bawang merah miliknya, Selasa sore (16/5/2017).

Sebagian tanaman bawang merah yang dibudidayakan.

Selain menyiasati pola waktu penanaman dengan masa tanam hingga panen 60 hingga 90 hari, ia juga menyelingi proses penanaman bawang merah dengan bawang daun. Tanaman bawang daun diakuinya bisa dipanen dengan waktu lebih cepat berumur sekitar 75 hari. Bawang daun tersebut diakuinya menjadi kebutuhan bumbu dapur sebagai campuran sop atau keperluan pembuatan martabak yang dijualnya dengan harga Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram.

Sebagai petani bawang merah dan petani bawang daun ia mengaku pergerakan harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional membuat sebagian petani menaruh harapan agar petani bisa ikut menikmati kenaikan harga tersebut. Sebab, biaya produksi dari proses penyediaan bibit hingga pengolahan lahan, pemeliharaan diakuinya bisa menghabiskan puluhan juta. Ia berharap, harga yang membaik di pasaran bisa menutupi biaya operasional penanaman bawang merah.

“Kalau harga di pasaran tinggi setidaknya kami bisa ikut menikmati karena pasokan ke pasar tradisional sebagian mengambil dari hasil pertanian para petani bawang di wilayah ini meski sebagian diambil dari Brebes,” ungkap Juansah.

Slamet, salah satu pedagang pengecer bawang merah dan bawang putih di Kecamatan Penengahan menyebut, saat ini memasok bawang merah dari petani di Kecamatan Ketapang. Selain itu sebagian bawang merah yang dijualnya secara eceran bersama sang isteri di pasar dan di warung miliknya dipasok dari agen lokal yang mengambil barang dari Brebes Jawa Tengah. Ia menyebut, dalam sepekan memesan dan menjual sebanyak 5 kuintal bawang merah dan bawang putih dengan harga jual di pasaran saat ini bawang merah mencapai harga Rp26.000 per kilogram untuk ukuran kecil dan Rp29.00 untuk ukuran besar. Sementara, bawang putih dijual dengan harga mencapai Rp50.000 per kilogram meski belum memasuki masa bulan Ramadhan.

Pasokan komoditas bumbu dapur tersebut, menurut Slamet, saat ini sudah cukup banyak pilihan dengan mendatangkan dari para petani lokal di beberapa kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan. Sementara sebelumnya jika pasokan dari Brebes serta distribusi terlambat mengakibatkan langkanya pasokan bawang merah dan bawang putih berimbas kenaikan harga terjadi di tingkat agen dan distributor.

Juansah, salah satu petani bawang merah dan bawang daun di Desa Tajimalela.

“Sekarang agak lebih mudah mendapatkan pasokan barang dan sekaligus bisa membeli dari petani langsung karena banyak petani yang menanam bawang terutama mendekati bulan Ramadhan dan Lebaran,” terang Slamet.

Harga yang masih cukup stabil di pasar tradisional pada komoditas bawang merah dan bawang putih diakui Slamet diharapkan akan bertahan menjelang Ramadhan. Permintaan yang tinggi dari konsumen belum membuat para pedagang serta merta menaikkan harga terutama pasokan, distribusi yang lancar dan harga yang masih relatif stabil di tingkat distributor dan agen.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar