Polres Sikka Apresiasi Dukungan Masyarakat Berantas Ormas Radikal

82

SELASA, 9 MEI 2017

MAUMERE — Kepolisian Resort (Polres) Sikka mengapresiasi segala bentuk dukungan masyarakat yang mendatangi Polres Sikka untuk memberikan semangat dan menyampaikan dukungan seraya membawa karangan bunga dengan pesan menolak paham radikalisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Sikka I Made Kusuma Jaya,SIK,SH bersama Wakapolres Sikka Kompol Mohammad Saleh.

Demikian disampaikan Kapolres Sikka, I Made Kusuma Jaya, SIK, SH., saat menerima perwakilan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Selasa (9/5/2017). Dikatakan Made, apa yang dilakukan oleh mahasiswa STFK Ledalero dan elemen masyarakat lainnya merupakan sesuatu yang positif, sebab mereka memiliki kepedulian yang sangat luar biasa terkait adanya  isu radikalisme dan fundamentalisme yang sedang merebak.

“Saya rasa ini suatu hal yang sangat positif dari kawan-kawan mahasiswa yang memiliki kepedulian, dan saya berharap agar generasi muda dan kelompok masyarakat yang ada di seluruh Indonesia bisa menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Made mengatakan, aksi ini juga menunjukkan suatu perkembangan yang sangat luar biasa di wilayah Kabupaten Sikka, dan memberi jaminan, bahwa ke depan setiap kelompok kaum muda punya komitmen semacam ini pasti keutuhan NKRI ini bisa terjaga. “Dari Maumere memberi pesan kepada seluruh generasi muda dan kelompok masyarakat yang ada di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, supaya kita sama-sama menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia, ini”, sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Wakapolres Sikka, Kompol Mohammad Saleh, saat menerima perwakilan dari seminari tinggi Ritapiret Maumere yang memberikan karangan bunga sebagai bentuk dukungan kepada institusinya memberantas ormas radikal.

Karangan bunga di Mapolres Sikka yang dikirim kelompok masyarakat dan lembaga pendidikan

Dikatakan Saleh, dukungan moral kepada POLRI menguatkan institusi ini menindak tegas setiap ormas radikal atau aliran fundamentalis yang mengancam keutuhan NKRI, meski penelusuran yang dilakukan POLRI ke beberapa lokasi di Sikka belum menemukan ormas radikal FPI dan HTI. “POLRI sudah melakukan penelusuran dan untuk sementara di Sikka belum ada ormas dan aliran radikal atau orang-orang yang dicurigai sebagai penganut aliran ini dan pemantauan akan terus-menerus kita lakukan,” tegasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Source: CendanaNews

Komentar