Pukul Petugas Airnav, Ajudan Bupati Nabire Diamankan Polda Papua

113

KAMIS, 18 MEI 2017

JAYAPURA — Dua petugas Air Navigation Indonesia (Airnav) Nabire atas nama Hardianto dan Anton mendapat perlakuan tak menyenangkan dari ajudan Bupati Nabire berinisial Aiptu AR. Kejadian tersebut dibenarkan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

Petugas AirNav Nabire, Hardianto setelah dipukul oknum ajudan Bupati Nabire [Ist]

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol A.Musthofa Kamal saat dikonfirmasi sejumlah jurnalis di Mapolda Papua, Kamis (18/5/2017) membenarkan kejadian tersebut, dimana pelaku pemukulan merupakan anggota Brimob berinisial AR berpangkat Aiptu.

“Pelaku pemukulan sudah dilakukan pengamanan dan pagi tadi anggota Propam Polda Papua sudah berangkat ke Nabire untuk menangani kasus pemukulan yang dilakukan oknum anggota Brimob ini,” kata Kombes Pol A.Musthofa Kamal.

Sementara itu, General Manager (GM) Airnav Nabire, Kiki Adrian saat dikonfirmasi mengakui insiden pemukulan tersebut dan mengatakan sebelumnya Adrian pilot telah mempertanyakan apabila pesawat kembali dari Nabire pukul 18.00 WIT, Selasa (16/5/2017) apakah bandara Nabire mengijinkan?. Namun, petugasnya telah menginformasikan bahwa bandara Nabire tak beropreasi diatas pukul 17.00 WIT.

“Karena Bandara Nabire belum tersedia alat bantu pendaratan visual berupa lampu-lampu di landasan,” kata Kiki Adrian dari ujung selulernya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.Musthofa Kamal

Disebutkan, rombongan pencarter dari Bupati Nabire beserta rombongan mendatangi ruang pelayanan Airnav Nabire dan telah dijelaskan oleh Junior Manager Operasi, Emyl Saleh dan Air traffic controller (ATC) Arfa Julianto tentang aturan-aturan untuk mendarat melebihi jam operasi di Bandara.

“Bapak bupati dan rombongan akhirnya menerima masukan dari rekan-rekan AirNav dan membatalkan penerbangan. Tetapi tidak disangka-sangka ajudan Bapak Bupati mendatangi petugas Hardianto dan langsung melakukan pemukulan di wajah sebanyak empat kali serta melakukan pemukulan petugas AirNav juga bernama Anton sebanyak satu kali pada bagian wajah,” ujarnya.

Pihak Airnav sendiri berharap pemukulan terhadap karyawannya tersebut pertama dan terakhir serta tak terjadi lagi di kemudian hari kepada yang petugas lainnya. Pihaknya juga tetap melanjutkan proses hukum pemukulan tersebut, walaupun nantinya ada permintaan maaf dari pihak yang memukul.

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta

Source: CendanaNews

Komentar