Ruang Abstrak Literasi Buka Kelas untuk Anak Pesisir

157

SABTU, 13 MEI 2017

MAKASSAR — Seperti mendapatkan hujan di tengah kemarau panjang. Demikian ungkapan pas untuk warga pesisir Pantai Marbo yang terletak di Jalan Sultan Abdullah Kecamatan Tallo Lama, Kelurahan Tallo. Mereka bergembira  ketika Kelompok Abstrak Literasi membuka kelas untuk anak-anak pesisir mengenyam pendidikan. 

Suasana Kelas untuk Anak Pesisir dari Ruang Abstrak Literasi.

Selama membuka lapak baca untuk masyarakat pesisir. komunitas abstrak literasi menemukan banyak hal yang mendasari kegiatan kelas pesisir ini dibuka.Terutama dalam hal menerima pelajaran dan meningkatkan kualitas belajar anak pesisir ini.

Menurut Muhammad Ferdiansyah, salah satu inisiator Ruang Abstrak Literasi, awal aktivitas mereka hanya membuka lapak baca di Pesisir Pantai Marbo selama kurang lebih 6 bulan.

“Ada banyak hal yang melatar belakangngi kelas anak pesisir dibuka terutama dalam hal kuantitas belajar anak pesisir ini,” ujar pria yang karib disapa Ferdi.

Untuk kegiatan kelas pesisir ini nantinya akan dilakukan di alam terbuka. Cara belajar dilakukan secara interaktif dan menyenangkan, agar dalam proses pembelajaran nanti tidak kaku.

Komunitas ruang abstrak literasi ini telah menyediakan 10 relawan yang akan mengajar anak pesisir ini.

Yang nantinya akan mengajarkan spesifikasi di setiap mata pelajaran. Pada waktu dibuka kelas pesisir ini sudah mendapatkan 30 peserta anak-anak yang usianya terdiri dari SD sampai SMA. Pengelompokan ini dilakukan agar anak-anak bisa fokus dalam minat mata pelajaran apa yang disukainya.

Ferdi juga mengharapkan bahwa setelah kegiatan ini berjalan dapat berguna bagi pemberdayaan anak-anak pesisir.

“Selain dapat menambah kualitas sumberdayanya dan juga dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan juga keluarganya,” imbuh Ferdi.

Selain itu kegiatan ini juga mendapat dukungngan dari masyarakat sekitar pesisir Pantai Marbo. Di antaranya adalah, Lurah Tallo Andi Muhammad Adri sangat mengapresiasi adanya kelas yang di peruntukkan untuk anak pesisir ini. Mengingat ilmu anak-anak pesisir sangat jauh tertinggal.

Menurutnya apa yang dilakukan komunitas ruang abstrak literasi ini merupakan sebuah terobosan.

“Diharapkan setelah adanya kegiatan kelas belajar untuk anak pesisir ini akan membentuk presepsi bahwa anak pesisir tidak tertinggal dan bila perlu kegiatan seperti ini tidak hanya di satu tempat saja tapi juga di tempat yang lain,” ujar Adri pada Cendana News, Sabtu (13/05/2017).

Salah satu warga yang bernama Sugiarti mendaftarkan dua anaknya ikut dalam kelas pelajar pesisir ini. Kedua anaknya berumur 5 tahun dan juga 9 tahun.

Sugiarti mengungkapkan kesenangannya karena anaknya yang berumur 5 tahun dapat di persiapakan untuk duduk disekolah dasar. Selain itu anaknya yang berumur 9 tahun juga dapat menambah ilmu selain di sekolah juga di kelas pesisir.

“Walaupun nelayan kami juga meinginkan anak-anaknya dapat bersekolah tinggi walaupun hanya bekerja sebagai nelayan,” ungkap Sugiarti.

Surgiarti juga berharap agar kelas pesisir tidak diperuntukkan untuk usia muda saja, akan tetapi juga untuk para orang dewasa. Mengingat banyak para nelayan yang masih buta aksara.

Relawan dan anak didiknya.

 Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Nurul Rahmatun Ummah
Source: CendanaNews

Komentar