Serbuan Daging Kerbau Beku Impor Bikin Resah Pedagang di Lampung Selatan

116

KAMIS, 18 MEI 2017

LAMPUNG — Buntut pengamanan daging kerbau beku impor asal India oleh satuan tugas (Satgas) pangan Kabupaten Lampung Selatan sebanyak hampir 15 ton membuat sejumlah pedagang daging sapi di pasar tradisional resah.

Sodik salah satu pedagang daging sapi di pasar inpres Kalianda

Sodik, salah satu pedagang daging sapi di pasar inpres Kalianda menyebutkan, maraknya pengiriman daging kerbau beku tersebut dipastikan akan merusak harga pasaran di sejumlah pasar tradisional. Persaingan tidak sehat kemungkinan besar terjadi karena ada perbedaan besar dalam soal harga.

Ia menyebutkan, saat ini harga daging sapi berkisar Rp110.000 hingga Rp120.000  per kilogram dan diprediksi akan terus bergerak mendekati bulan suci Ramadhan. Sementara harga daging kerbau beku impor yang didistribusikan oleh oknum oknum yang mencari kesempatan menjualnya di pasaran dengan harga Rp65.000 hingga Rp75.000 per kilogram..

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengawasi peredaran daging beku di pintu masuk Pulau Sumatera agar bisa menyelamatkan para pedagang daging sapi di pasar lokal Lampung.

Kasatgas pengawasan bahan pangan Lamsel AKP Rizal Efendi sekaligus Kasatreskrim Polres Lamsel 

Sementara itu, Kepala Satuan tugas (Kasatgas) pengawasan harga pangan Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rizal Efendi menyebutkan, maraknya pemasukan daging kerbau beku impor asal India merupakan hal yang perlu diwaspadai. Wilayah Lampung dikenal sebagai tempat swasembada daging dengan peternakan yang mencukupi bahkan hingga Ramadhan membuat pemasukan daging kerbau beku meresahkan peternak dan para pedagang daging sapi lokal.

Selain itu sesuai instruksi telah dilakukan pelarangan terhadap aktifitas pengiriman daging kerbau beku ke wilayah Lampung. Larangan tersebut sesuai dengan surat edaran (SE) dan pertimbangan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi agar Dinas Perkebunan dan Peternakan melayangkan surat ke Bulog dan Menteri Perdagangan untuk tidak memasukkan ke Provinsi Lampung,” terang AKP Rizal Efendi.

Sebagai upaya melindungi pedagang daging sapi dan konsumen di Lampung pihak kepolisian yang bekerja dalam Satgas pengawasan bahan pangan terus melakukan pemeriksaan rutin di pintu masuk dan pintu keluar Pelabuhan Bakauheni Lampung.  Beberapa kendaraan yang dicurigai membawa komoditas pertanian di antaranya daging dan produk olahan asal daging diperiksa dan dicek dokumen perlalulintasannya.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar