Stabilisasi Harga, Bulog Gelar Operasi Pangan

83

RABU, 17 MEI 2017

YOGYAKARTA — Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan upaya stabilisasi pasokan dan harga komoditi pangan secara serentak di seluruh daerah selama 2 minggu, mulai Rabu (17/5/2017) hingga hingga 31 Mei 2017 mendatang. Di DIY upaya stabilisasi pangan dengan melakukan operasi pasar serta pasar murah di sejumlah titik keramaian yang ada di 5 kabupaten di DIY.

Sekretaris Daerah DIY, Rani Sjamsyinar didampingi Kepala Bulog Dirve DIY, Miftahul Adha, melepas armada.

Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat di seluruh wilayah DIY dalam memperoleh ketersediaan serta keterjangkauan pangan menjeIang Ramadhan dan Hari Raya IduI Fitri. Kepala Bulog Dirve DIY, Miftahul Adha, mengatakan, dengan gerakan ini bulog melakukan dua hal sekaligus. Yakni suplai dan penyediaan stok.

Selain melakukan penjualan langsung di pasar-pasar induk, BULOG Divre DIY juga melakukan penjualan langsung melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Termasuk juga melalui pasar murah dan gelar potensi wiIayah di kantor keIurahan/kecamatan se-DIY,  serta melakukan penjuaIan langsung ke konsumen melalui KIOS SEGORO AMARTO di wilayah Kota Yogyakarta.

BULOG Divre DIY juga memaksimakan upaya stabilisasi pangan dengan bersinergi melalui instansi dan lembaga pemerintah/swasta/BUMN yakni melakukan penjualan melalui koperasi pegawai/karyawan. Hingga penyelenggaraan pasar murah di Iingkungan masjid/pesantren tempat ibadah bekerjasama dengan pengurus rumah ibadah.

Jenis komoditi pangan yang disediakan pada Gerakan Stabilisasi Pangan ini sendiri antara Iain, beras (medium, premium, aromatik), gula pasir, tepung terigu, telur ayam, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging sapi, dan lainnya.

Gerakan Stabilisasi Pangan ini terbuka bagi seluruh warga masyarakat. Sehingga perum BULOG pun mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya guna meminimalisir tindakan spekulan seiring.dengan naiknya permintaan pangan menjeiang bulan puasa dan Lebaran.

“Harapan kami dengan kegiatan ini secara akumulasi dapat menekan permintaan pasar dan sekaligus juga menekan kenaikan harga barang dan jasa. Sehingga kemudian harga lebih stabil dan pada akhirnya inflasi terkendali, ” katanya.

Sekretaris Daerah DIY, Rani Sjamsinar, mengatakan bahwa adanya sejumlah faktor seperti pasar bebas mengakibatkan harga pasar sulit dikendalikan. Persoalan distribusi juga dinilai membuat harga kebutuhan pangan mengalami fluktuasi. Tak hanya itu, momen tahunan hari raya juga menimbukan spekulasi di kalangan pedagang.

“Stabilitas pangan merupakan kepentingan bersama antara produsen konsumen dan pemerintah. Instabilitas pangan dapat mengganggu sehingga pemerintah berupaya melakukan stabilisasi agar produsen memiliki kepastian jaminan usaha, serta konsumen mendapatkan hak ketersediaan pangan,” ujarnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Source: CendanaNews

Komentar