Tangkal Hoax dengan Kesadaran Literasi Media Internet

219

KAMIS, 4 MEI 20-17

SOLO — Maraknya penyebaran berita tidak benar atau hoax, menjadi perhatian serius bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Pasalnya, hoax kian meresahkan, karena banyaknya pelaku penyebaran melalui media sosial tanpa adanya kroscek kebenaran informasi di dalamnya. 

Diskusi Publik Optimalisasi Edukasi dan Literasi Media Internet untuk Merajut dan Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan Bangsa

“Teknologi informasi seharusnya dapat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan digital antar wilayah. Tapi, saat ini kendalanya adalah hoax yang justru mendorong suatu kebencian hingga dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap Direktur Umum Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kominfo RI, Fadhilah Mathar, kepada Cendana News, di sela Diskusi Publik Optimalisasi Edukasi dan Literasi Media Internet Untuk Merajut dan Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan Bangsa, Kamis (4/5/2017), siang.

Bahaya hoax, lanjut Fadilah, diterima oleh orang yang tidak pernah mengkroscek kebenaran isi informasi tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin, akibat hoax perseteruan antar masyarakat atau golongan terjadi. “Nah di sini, kita dari Kementrian Kominfo terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya leterasi media internet untuk menangkal hoax. Baik peningkatan anggaran untuk menggelar berbagai kegiatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat,” terangnya.

Selain itu, bahaya bagi mereka yang memiliki literatur informasi di internet, selalu menganggap hoax merupakan informasi yang benar. Peran kroscek dan mencari informasi pembanding menjadi hal sangat penting, agar hoax tidak membuat keresahan masyarakat. “Jadi, validasi itu harus dilakukan, baik online melalui jaringan internet maupun offline,” lanjutnya.

Banyak hal yang dapat digunakan untuk menangkal hoax, salah satunya dengan tidak ikut menyebarkan berita yang masih diragukan sumber informasinya. Masyarakat juga harus mengenali berita hoax. Ciri berita hoax seringkali berisi ajakan atau seruan untuk menebar kebencian atupun provokatif. “Hoax seringkali disebarkan melalui media sosial. Ciri hoax sederhana, adalah adanya sebuah ajakan untuk menyebarkan sebuah informasi, jika tidak, maka akan mengalami musibah dan lain sebagainya,” tambah Winarno, Dosen Teknik Informatika UNS Surakarta.

Fadhilah Mathar  Direktur Umum BP3TI Kemenkominfo

Langkah lain untuk menangkal hoax adalah mencari sumber berita yang valid. Sebab, di tengah keterbukaan informasi publik, banyaknya media yang tidak jelas semakin menambah suburnya berita hoak. “Banyaknya media abal-abal, harus lebih hati-hati. Jangan sampai kita memilih sumber berita yang tak jelas. Cari sebanyak-banyaknya informasi yang serupa dan bandingkan. Jika hoax, kita harus memberikan pemahaman, jika informasi yang disebarkan tidak benar,” pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Source: CendanaNews

Komentar