Tidak Didampingi Pengacara, Sidang Perdana Diksar Mapala UII Ditunda

87

KAMIS, 18 MEI 2017

SOLO — Kasus dugaan penganiayaan dalam pendidikan dasar (Diksar) Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, hari ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah. Sidang perdana terpaksa ditunda, lantaran kedua terdakwa tidak didampingi penasehat hukum.

Ketua Majlis Hakim Mujiono

Sidang kasus Mapala UII Yogyakarta yang sempat menyita perhatian masyarakat, sejak pagi sudah dijaga aparat kepolisian dengan ketat. Seluruh pengunjung yang akan masuk di Pengadian Negeri Karanganyar, diperiksa oleh petugas dengan menggunakan metal detektor. Tak hanya itu, demi keamanan, petugas juga memeriksa barang bawaan dan tas pengunjung.

Setidaknya terdapat 30 personel kepolisian dari Polres Karanganyar, yang disiapkan untuk mengamankan jalannya persidangan yang menghadirkan dua terdakwa, yakni Wahyudi dan Angga. Sidang hanya berlangsung sangat singkat, karena Majelis Hakim hanya menanyakan identitas terdakwa beserta alamatnya.

“Karena terdakwa tidak didampingi pengacara, sidang ditunda sampai minggu depan. Sidang ditutup,” ujar Ketua Majlis Hakim Mujiono sembari menutup persidangan dengan mengetokkan palu, Kamis siang (18/5/2017).

Sidang kasus Diksar Mapala UII yang menewaskan tiga mahasiswa tersebut akan dilanjutkan pada Rabu, 23 Mei 2017 mendatang. Ketua Majlis Hakim sempat meminta agar terdakwa memberikan informasi kepada pengacara terdakwa, agar mendampingi dalam agenda pembacaan dakwaan pada pekan depan. “kita beri hak terdakwa untuk didampingi penasehat hukum. Jika memang terdakwa tidak memiliki, nanti kita tunjuk yang mendampingi,” lanjut Mujiono usai persidangan.

Kepala Seksi Pidana Umum yang bertindak sebagai Jaksa Penutut Umum (JPU), Heru Prasetyo menambahkan, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini telah disiapkan Jaksa, namun karena tidak ada penasehat hukum terdakwa, sidang ditunda hingga pekan depan.

“Kita sudah siap, termasuk surat dakwaanya. Kalupun ditunda kita juga tidak masalah,” papar Heru.

Pengamanan Sidang Diksar Mapala UII

Sementara itu, Kepolisian Polres Karanganyar memang memberikan perhatian serius dalam sidang Diksar Mapala UII Yogyakarta. Pihaknya tidak ingin adanya hal yang menggangu jalannya persidangan kasus yang melibatkan mahasiswa sebagai korban tersebut.

“Kita siapkan 30 personil. Pengamanan kita standar, pemeriksaan dan lain sebagainya,” tambah Wakapolres Karanganyar, Kompol  Prawoko.

Jurnalis : Harun Alrosid / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid

Source: CendanaNews

Komentar