Warga Desa Gandri Ikuti Pelayanan Kesehatan Gratis IDI Cabang Lampung Selatan

115

SABTU, 20 MEI 2017
LAMPUNG — Ratusan warga dari berbagai dusun di Desa Gandri Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan sejak pagi hingga siang mulai memadati lapangan desa setempat. 

Pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat.

Di antara para warga terdapat para siswa TK, SD hingga SMP mengikuti kegiatan senam sehat sekaligus pencanangan gerakan masyarakat sehat (Germas) yang digelar dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan bertepatan dengan peringatan 109 Ikatan Dokter Indonesia (IDI)/

Kegiatan ini secara khusus diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia cabang Kabupaten Lampung Selatan. Menurut Ketua IDI cabang Kabupaten Lampung Selatan Dr.Wahyu Wibisono kegiatan tersebut sengaja dilakukan di desa yang sangat jauh dari pusat layanan kesehatan bahkan berada di kawasan hutan register.

Sebagai momen Kebangkitan Nasional ia menyebut IDI cabang Lampung Selatan sengaja ingin mengabdikan diri untuk rakyat sesuai dengan tema peringatan IDI ke-109 “Dokter untuk Bangsa Kedaulatan Bersama Rakyat”.

Wahyu menyebut selain diisi dengan kegiatan senam sehat bersama sekaligus pencanangan Germas ia mengajak masyarakat di pedesaan untuk tetap menjaga kesehatan. Upaya menjaga dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat.

Kehadiran makanan makanan dalam kemasan menyebabkan pola makan dan pola hidup masyarakat berakibat penyakit tidak menular (PTM) yang kerap menghinggapi masyarakat.

Secara khusus pola hidup sehat tersebut dilakukan dengan hal yang sederhana diantaranya melakukan pemeriksaan kesehatan paling sedikit tiga bulan sekali, aktifitas fisik atau gerakan selama 30 menit sekali dan mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari.

“Kami para dokter bersyukur bisa hadir di tengah masyarakat hari ini dan sebagai bentuk kehadiran kami bagi rakyat hari ini kami gratiskan semua konsultasi, pengobatan serta berbagai pelayanan kesehatan yang akan digelar agar masyarakat yang tinggal di kawasan Register ini memiliki derajat kesehatan yang sama dengan masyarakat di wilayah lain,” terang Wahyu, Sabtu (20/5/2017).

Lanjut Wahyu momen kehadiran dokter di wilayah pedesaan terpencil tersebut dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk mengikuti pola hidup sehat sesuai dengan misi hari bakti dokter Indonesia.

Masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengukuran tinggi badan,berat badan, tensi darah, pemeriksan laboratorium, pemeriksaan kesehatan lain yang langsung dilayani oleh sebanyak lebih dari 30 dokter anggota IDI Cabang Lampung Selatan dengan tempat pemeriksaan di balai Desa Gandri.

Salah satu anggota IDI cabang Lampung Selatan, dokter Andre yang juga menjadi panitia kegiatan pengobatan masal gratis di balai Desa Gandri menyebut pendaftaran kegiatan pengobatan gratis sudah dibuka sejak pagi.

Berdasarkan pendaftaran ia menyebut sudah mencapai 400 orang bahkan bisa mencapai 500 orang karena kegiatan akan digelar hingga siang hari dengan prediksi sebagian masyarakat masih melakukan aktivitas di ladang dan pasar masih diberi kesempatan untuk mendaftar dan mendapat pelayanan kesehatan secara gratis.

Para pendaftar diakuinya didominasi oleh masyarakat lanjut usia (lansia) dengan umur sekitar 50-60 tahun meski sebagian juga anak anak dan remaja.

Sebelum proses pengobatan,warga diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri dan selanjutnya mendapat pemeriksaan atau pengecekan kesehatan. Para anak anak dan remaja dominan melakukan pemeriksaan gigi dan pengecekan golongan darah.

Anak-anak TK dan SD dengan pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta pemeriksaan telinga hidung dan tenggorokan (THT). Sementara bagi para lansia pemeriksaan dominan dilakukan berupa pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan asam urat.

“Bagi yang ingin menyumbangkan darah atau donor darah kami juga melibatkan Palang Merah Indonesia Lampung Selatan dengan melakukan pemeriksaan dan selanjutnya melakukan donor darah,”terang Dokter Andre.

Salah satu warga, Ibrahim (60) mengaku sangat senang dengan kehadiran dokter di desanya, laki laki yang mengaku tidak pernah masuk rumah sakit tersebut sengaja datang dalam kegiatan pengobatan massal tersebut.

Sebagai seorang petani yang masih sering ke sawah ia mengaku hendak memeriksakan kondisi kesehatannya dengan melakukan pengecekan gula darah, kolesterol dan asam urat. Ia mengapresiasi kehadiran puluhan dokter yang diakuinya cukup ramah dalam melakukan pemeriksaan dan selain mendapat pelayanan kesehatan dirinya juga bisa meminta nasihat terkait upaya menjaga kesehatan pada masa lansia dan diberi obat.

“Saya tidak pernah pergi ke dokter biasanya hanya ke bidan desa kesempatan adanya dokter ini saya gunakan untuk konsultasi dan meminta obat,”ungkap Ibrahim yang mengaku mendaftar sejak pagi.

Selain pelayanan pemeriksaan kesehatan masal gratis, sebagian dokter yang bertugas dibagi dalam beberapa kelompok diantaranya bagian pendaftaran, pemeriksaan hingga pemberian obat secara langsung.

Sementara sebagian dokter lain yang bekerjasama dengan komunitas Double Cabin (Dcab) Lampung serta relawan literasi Motor Pustaka dilakukan oleh Sugeng Hariyono memberikan penyuluhan tentang upaya menjaga kesehatan melalui buku buku. 

Pada bagian ini diadakan kegiatan permainan dipandu oleh dokter dokter muda dan cantik yang cukup menarik bagi anak anak. Anak anak terlihat antusias selain mendapat alat tulis, alat kesehatan gigi juga bisa membaca buku buku serta mendapat brosur tata cara cuci tangan, gosok gigi yang benar.

Antrian warga Desa Gandri yang akan mendaftar pengobatan gratis di Balai Desa Gandri.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Komentar