Zainudin Hasan Sebut Lampung Selatan Miliki Keberagaman dan Toleransi Tinggi

92

JUMAT, 19 MEI 2017

LAMPUNG — Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan mengapresiasi kabupaten paling ujung Pulau Sumatera tersebut karena selain memiliki keberagaman agama, suku, ras dan antargolongan, nanmun tetap saling berdampingan tanpa membedakan dan bahkan ikut memajukan pembangunan.

Zainudin Hasan dengan tokoh umat Hindu di Way Panji 

“Bahkan Kecamatan Way Panji yang memiliki keberagaman suku dan agama dengan ciri khas suku Bali dan agama Hindu nyaris dikenal sebagai Bali nya Lampung dan hidup berdampingan dengan suku dan agama lain diantaranya Lampung, Jawa, Padang serta beragam suku dan agama lain diantaranya Islam dan Kristen,” sebutnya di Lampung, Jumat (19/5/2017).

Ia berharap sikap toleransi dan saling menghargai bisa dikembangkan untuk kemajuan Lampung Selatan khususnya dalam bidang kebudayaan dan keagamaan. Ia bahkan menyebut bentuk keberagaman dan toleransi tersebut muncul sebelumnya umat Hindu merayakan Nyepi dan Galungan dan penyelenggaraan festival ogoh ogoh di Kecamatan Way Panji yang menjadi tontonan dan melibatkan semua unsur sebagai sebuah kegiatan yang menarik wisatawan di Lampung Selatan.

“Upaya memajukan pembangunan harus dimulai dari berbagai bidang, salah satunya kebudayaan dan agama sehingga semua warga benar benar memiliki Lampung Selatan tanpa membedakan asal agama dan golongan karena toleransi yang tinggi merupakan modal pembangunan” ungkap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan saat kegiatan karya agung memungkah mendem pedagingan ngentek linggih di  Pura Pesimpangan Ulun Danu Batur Pedukuhan Bali Sidoagung di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji, Jum’at (19/5/2017)

Kecamatan Way Panji menurut Zainudin Hasan memiliki berbagai keberagaman yang menarik dengan perpaduan budaya dan agama yang terlihat dengan adanya gereja berarsitektur adat Bali, bahkan beberapa gapura bernuansa Bali mulai menyatu dengan simbol Siger sebagai bentuk menyatunya suku Bali dan Lampung.

“Suasana tersebut harus dijaga sebagai sebuah keunikan bagi Lampung Selatan dan bagi umat Hindu yang memiliki bangunan Pura baru diharapkan bisa semakin meningkatkan keimanan dan bisa beribadah sesuai dengan agamanya dan ikut serta dalam pembangunan di Lampung Selatan,”katanya.

Zainudin Hasan Bupati Lamsel menandatangani prasasti

Ketua Parisadha Hindu Dharma Lampung Selatan, Made Sukintre dalam sambutannya juga menyebut kegiatan karya agung memungkah mendem pedagingan ngentek linggih atau peresmian pura memiliki makna penting bagi umat Hindu. Mendem akah pedagingan dengan melakukan penanaman lima unsur diantaranya emas, perak, tembaga, besi dan permata merupakan hal yang sakral. Sebab kelima unsur tersebut merupakan simbol isi bumi berupa logam dan batu mulia yang diciptakan Sanghyang Widhi pada awal terbentuknya bumi.

“Dasar yang kuat dan juga proses pembangunan Pura yang melalui beragam tahapan ini sekaligus pengingat umat untuk menjalankan ibadah dengan tekun sesuai ajaran Hindu dan menjadi kehormatan kita bupati langsung yang meresmikan tempat ibadah kami,”ungkapnya.

Dalam acara karya agung memungkah mendem pedagingan ngentek linggih di  Pura Pesimpangan Ulun Danu Batur Pedukuhan Bali Sidoagung di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji tersebut juga turut hadir pula Sesepuh dari Bali I Gusti Ngurah Suparsa dan  I Gusti Ngurah Widyantara, Radin Kesuma Yuda Keratuan Darah Putih Kuripan Budiman Yakub, Ketua PHDI Provinsi Lampung Nengah Muharta, Ketua PHDI Kabupaten Lamsel Made Sukintre, Anggota DPRD Kabupaten Lamsel Sunyata, Forkopimda Kabupaten  Lamsel, Kepala SKPD Kabupaten.Lamsel, dan Camat beserta Uspika Kecamatan Way Panji.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar