Disperindag Luncurkan Sembako Murah di 10 Daerah

SABTU, 17 JUNI 2017

MAGELANG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah meluncurkan paket sembako murah kepada masyarakat menjelang Lebaran 2017 di 10 kabupaten dan kota. 

Ilustrasi pembagian sembako.

“Di Jateng ada 10 kabupaten dan kota, totalnya per kabupaten kita luncurkan 400 paket sembako murah,” kata Kepala Disperindag Jateng Muhammad Arif Samboko di Magelang, Sabtu, usai menghadiri pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Magelang di alun-alun setempat.

Dalam pasar murah selama 17-18 Juni 2017 tersebut, Disperindag Jateng juga menjual 400 paket sembako murah dengan harga Rp30 ribu per paket, sedangkan harga sesungguhnya Rp70 ribu.

Setiap paket berisi beras 2,5 kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, dan telur 0,5 kilogram.

“Jadi ada subsidi Rp40 ribu per paketnya,” katanya.

Ia mengaku masalah anggaran yang terbatas tahun ini sehingga program paket sembako murah tersebut belum menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Jateng.

“Itu karena kesesuaian dengan masalah anggaran saja, Insya Allah tahun depan 35 kabupaten kota,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Arif juga mengatakan bahwa secara umum berbagai kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran 2017 relatif aman dengan stok yang cukup.

Pihak Bulog, ujarnya, menjamin persediaan beras mencukupi untuk dua bulan ke depan, begitu juga dengan gula pasir, sedangkan persediaan minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jateng hingga satu bulan ke depan.

Ia mengaku bahwa stok bawang putih sebenarnya cukup banyak, terutama untuk nonkating atau sinco. Akan tetapi, permintaan masyarakat cukup tinggi untuk bawang putih jenis kating.

Harga bawang putih jenis sinco di pasaran antara Rp30 ribu sampai Rp38 ribu per kilogram, sedangkan kating sudah sampai Rp68 ribu.

Pada Sabtu ini, ujarnya, berlangsung operasi pasar bawang kating sekitar sembilan ton di Semarang dengan tujuan menurunkan harga komoditas yang 80 persen berasal dari impor tersebut.

“Kalau tidak salah, hari ini kita operasi pasar untuk untuk bawang kating, di Semarang, sembilan ton. Harapannya nanti menurunkan harga kating ini, dijual Rp35 ribu per kilo,” ujarnya.

Ia mengatakan sebenarnya masyarakat memiliki alternatif untuk menggunakan bawang putih sinco jika harga kating tinggi.

“Kalau kebetulan kating itu harganya mahal, ada pilihan yang lebih murah, sama saja sebenarnya, rasanya sama saja sinco. Memang kating itu mahal tapi juga efisien, kita cukup kalau tidak salah dua bawang (kating, red.), kalau sinco butuh empat sampai enam,” ujarnya.

Ant/Irvan Sjafari/Foto: Dokumentasi CDN
Source: CendanaNews

Lihat juga...