Karena Dongkel, Cicak Jatuh Hati pada Timun Mas

MINGGU, 18 JUNI 2017

MAKASSAR— Sejak beberapa waktu lalu sambil menuggu buka puasa sore ini anak-anak Pesisir Marbo memdengarkan dongeng. Untuk menghibur anak-anak pesisir Pantai Marbo yang berada di Kelurahan Tallo, Kecamatan  Tallo Lama, Komunitas Ruang Abstrak Literasi menghadirkan dongkel (dongeng keliling) yang bekerja sama dengan perpustakaan Kota Makassar. 

Ketika Dongkel menghibur anak-anak pesisir.

Dongkel ini merupakan salah satu program dari Perpustakaan Kota Makassar. Program dongkel ini masuk kedalam 99 top inovasi se Indonesia yang bersaing dengan 3000 program dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah adanya dongkel ini minat baca pada anak meningkat.

Menurut Ernawati salah satu pustakawan Perpustakaan Kota Makassar mengatakan dongeng keliling ini selain bertujuan menghibur juga sebagai alat pengajaran moral pada anak-anak.

“Dengan adanya program dongeng keliling ini bisa membangkitkan minat baca pada anak-anak dan dapat memajukan gerakan literasi,” jelas Erna pada Cendana News, Minggu (18-06-2017).

Anak-anak Pesisir Pantai Marbo juga sangat terhibur dengan kehadiran dongeng keliling di tengah-tengah mereka. Dongeng yang dibawakan oleh para pendongeng juga sangat mengandung nilai moral. Dongeng yang dibawakan oleh pendongeng juga sangat interaktif.

Sehingga sangat di sukai oleh anak-anak. Selain itu dengan adanya dongkel ini dapat menghidupkan lagi budaya mendongeng. Penyampain nilai moral terhadap anak-anak juga dapat tersalurkan dengan baik.

Erna menambahkan dengan mendongeng penyampaian nilai pesan moral dapat tersalurkan dengan baik.

“Dan pengajaran seperti ini sangat baik terhadap anak di banding harus mengajari dengan mendikte anak,” ungkap Erna.

Salah satu anak Pesisir Marbo yang bernama Cicak jatuh hati dengan dongeng Timun Mas. Yang dibawakan oleh Mangga salah satu pendongeng dari Perpustakaan kota Makassar. Cicak tampak serius memperhatikan dongeng yang dibawakan oleh mangga.

Menurut cicak dongengnya sangat bagus apa lagi suara-suara yang diciptakan oleh pendongengya.

“Saya sangat suka ketika kak Mangga berekspresi dan menciptakan suara-suara yang lucu sehingga saya tertawa,” cerita Cicak.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ferdiayadi yang merupakan salah satu pustakawan Ruang Abstrak Literasi. Dengan adanya dongeng keliling ini dapat membawa hal-hal positif untuk anak-anak yang ada di pesisir Marbo. Tidak hanya sekedar mendongeng akan tetapi, juga memberi pengajaran nilai pesan moral.

Ferdi mengharapkan bahwa dongkel ini bisa trus hadir ditengah anak pesisir pantai Marbo ini.

“Tidak hanya di Pesisir Marbo saja tapi juga harus merambah ke wilayah-wilayah pelosok yang ada di Kota Makassar,” imbuh Ferdi.

Aksi Erna dan Mangga membawakan dongeng.

 Nurul Rahmatun Ummah/Irvan Sjafari/Foto: Nurul Rahmatun Ummah
Source: CendanaNews

Lihat juga...