hut

Lebaran 2017, Kesan Sejumlah Pemudik di Terminal Pulo Gebang

JAKARTA — Sejumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang, Jakarta Timur, mengakui kenyamanan dan keamanan terminal tersebut.

“Di sini enak, nyaman dan enggak serawan dulu di Pulogadung,” kata Daryono (48) yang akan mudik bersama istrinya ke Pemalang, Jawa Tengah, saat ditemui di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin.

Daryono menuturkan sebelumnya ia selalu berangkat mudik dari Terminal Pulogadung sebelum Terminal Pulo Gebang resmi dioperasikan akhir tahun lalu.

Namun, menurut dia, Terminal Pulogadung sangat tak nyaman karena penuh asap rokok dan intimidasi karyawan perusahaan otobus (PO) yang mencari penumpang.

“Di sini adem, tertib, nyaman, enggak ada yang merokok. Orang-orang PO juga tidak seagresif ketika di Terminal Pulogadung yang suka memaksa dan menarik-narik calon penumpang,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Astuti (37) yang kali ini mudik ke Wonosobo, Jawa Tengah. Ia mengaku fasilitas pendukung terminal modern itu sudah cukup baik.

“Gedungnya ber-AC dan cukup bersih. Jadi mau menunggu agak lama pun masih cukup nyaman,” kata wanita yang tinggal di Tambun, Bekasi, itu.

Berdasarkan pantauan Antara di terminal yang diklaim sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara itu, sejumlah fasilitas gedung empat lantai itu memang cukup memadai. Selain telah berpendingin udara, terdapat eskalator dan lift bagi para pengguna.

Sayangnya, masih ada sejumlah eskalator yang tidak beroperasi. Keterangan petunjuk arah menuju tempat keberangkatan atau lainnya juga cukup minim.

Ditambah dengan semrawutnya loket pembelian tiket karena tempatnya hanya berupa ruangan berisi meja-meja kecil perwakilan PO.

Anjungan tiket mandiri juga tidak beroperasi dan justru dimanfaatkan pemudik untuk sekadar duduk atau tidur. Kendati demikian, kepadatan pemudik mulai terlihat di terminal tersebut. (Ant/Foto:Dokumentasi CDN)

Lihat juga...