hut

ORI Kaltim Awasi PPDB Online SMA dan SMP

BALIKPAPAN — Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kalimantan Timur melakukan pengawasan pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online yang kini berlangsung di tingkat SMA dan SMP. Pelaksanaan PPDB tingkat SMA dilaksanakan berdasarkan zonasi untuk pertama kalinya di Kalimantan Timur.

Kepala Ombudsman RI, Syarifah Rodiah, menilai pelaksanaan PPDB menggunakan sistem zonasi memiliki banyak manfaat diantaranya pemerataan orang tua dan siswa mendapat kualitas sekolah yang sama, hak sekolah mendapat siswa yang bagus, bersaing meningkatkan mutu dan kualitas siswa, mendorong sarana dan prasarana sekolah.

“Sistem online lebih transparan dalam pendaftaran. Kalo zonasi pastinya ada manfaatnya memperoleh sekolah yang berkualitas secara merata baik dari orangtuanya dan siswa. Kita awasi dalam pelaksanaannya khususnya di tingkat sekolah sesuai juknis,” jelasnya usai melakukan pertemuan dengan Disdik, di Kantor ORI Kaltim, Senin (19/6/2017).

Syarifah menuturkan pelaksanaan PPDB online menggunakan sistem zonasi tingkat SMA baru berjalan hari ini, dan untuk sementara hingga kini belum ada temuan kecurangan atau tidak sesuai dengan sistem zonasi.

“Saat ini belum ada temuan ataupun laporan dari masyarakat tentang PPDB zonasi. Tapi kami terus melakukan pengawasan dengan datang langsung ke sekolah,” sebutnya.

Menurut Syarifah, dalam pengawasan dilakukan 4 tim ORI dengan titik pantau SMA di Balikpapan dan SMP di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Besok Selasa (20/6) pantau ke SMAN 2 Balikpapan, selanjutnya SMP di Kukar. Pengawasan ini agar dalam pelaksanaannya sesuai dengan dengan juknis,” tukasnya.

Syarifah menambahkan saat pengawasan dilakukan yang menjadi perhatian adalah sekolah harus lebih intens dalam melakukan sosialisasi PPDB karena masih banyak orangtua siswa yang membawa berkas, padahal pendaftaran dilakukan secara online.

“Sosialisasi harus lebih banyak dilakukan, dengan sistem online pendaftaran lebih mudah dan dapat dilakukan di manapun,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA 1 Balikpapan Imam Mujai mengatakan, pelaksanaan PPDB disiapkan 22 guru dan 18 siswa untuk pelayanan verifikasi dan informasi. Selain itu di lab komputer juga disediakan 31 komputer yang bisa digunakan untuk mendaftar secara online secara bergantian dengan sistem mengantri.

“Pelayanan dibuka hingga pukul 12.00 Wita dan server hingga 14.00 Wita. Jadi yang punya nomor antrian kami tetap layani. Sehari kami busa layani pendaftaran sampai 800 orang,” tandasnya.

Imam menambahkan pendaftaran online masih banyak dilakukan di sekolah daripada secara mandiri. Sehingga untuk mengggunkan komputer perlu mengantri. Kemudian kartu pendaftaran di cetak dan dibawa ke tim untuk diverifikasi. Lalu oleh tim dimasukkan data berdasarkan asal jalur pendaftarannya dan kemudian data dimasukkan kedalam internet dan hasil pengisi kuota akan terlihat di website dengan ranking.

“Kalau sudah dapat stempel panitia berarti ikut seleksi. Jadi harus validasi ke operator dulu. Bagi yang tak punya akses internet bisa daftar online disini,” tambahnya.

Adapun sistem zonasi, ada 4 jalur yakni zonasi, lintas zonasi, luar daerah dan prestasi. (Ferry Cahyanti)

Lihat juga...