Pelabuhan Bakauheni Seberangkan 16.600 Penumpang Ke Pulau Jawa Hingga Minggu Malam

MINGGU, 18 JUNI 2017

LAMPUNG — Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni melalui PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni terus melakukan aktivitas penyeberangan menggunakan sebanyak 32 kapal roll on roll off (Roro) dengan jumlah trip kapal mencapai 54 trip.

Arus kedatangan kendaraan yang akan memasuki loket pembelian tiket di Pelabuhan Bakauheni.

Menurut Sugeng Purwono selaku manajer usaha selaku ketua posko melalui rekapitulasi data harian angkutan lebaran tahun 2017 (1438 Hijriyah) menyebut telah menyeberangkan sebanyak 16.600 penumpang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa hingga pukul 20.00 WIB.

Jumlah penumpang sebanyak tersebut merupakan penumpang pejalan kaki dengan jumlah sebanyak 3.346 orang meliputi penumpang dewasa sebanyak 3.213 orang, penumpang anak anak sebanyak 133 orang. Sementara penumpang di dalam kendaraan berjumlah sekitar 13.254 orang.

Selain penumpang yang diseberangkan mencapai 16.600 orang, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni yang pada H-7 lebaran mengoperasikan sebanyak enam dermaga diantaranya dermaga I,II,III,V,VI dan dermaga VII yang mulai dioperasikan paska diuji coba memberangkatkan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, kendaraan bus dan kendaraan truk/kendaraan besar.

Berdasarkan data jumlah kendaraan roda dua yang telah diseberangkan dari pelabuhan Bakauheni mencapai 561 unit, kendaraan roda empat berupa kendaraan golongan IV penumpang dan golongan IV barang mencapai 1.627 unit. Sementara kendaraan bus berjumlah sekitar 140 unit dan kendaraan truk/kendaraan besar berjumlah sekitar 678 unit.

“Operasional pelabuhan Bakauheni masih normal dengan jumlah penumpang yang berangkat dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa didominasi oleh penumpang pejalan kaki dan belum ada peningkatan signifikan karena belum libur panjang,” terang Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry, Sugeng Purwono di Bakauheni, Minggu malam (18/6/2017).

Pantauan Cendana News sejumlah penumpang pejalan kaki asal wilayah Lampung dan sekitarnya cenderung memilih perjalanan pada siang hari untuk menuju ke Pulau Jawa. Sementara sebagian penumpang pejalan kaki yang berasal dari Pulau Jawa menuju ke Pulau Sumatera sebagian memilih perjalanan malam hari dengan target waktu sampai di Pelabuhan Bakauheni pada saat subuh dan menjelang pagi.

Jaminan keamanan dari Polres Lampung Selatan melalui Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni membuat sejumlah penumpang memilih beristirahat di ruang tunggu kedatangan penumpang di Bakauheni. Sejumlah polisi, petugas security ASDP Bakauheni bahkan berjaga di sekitar ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni.

Sobri, salah satu penumpang pejalan kaki yang berangkat dari Pelabuhan Merak sejak sore mengaku berniat akan menginap di Pelabuhan Bakauheni dan melanjutkan perjalanan ke Kotabumi Lampung Utara pada Senin (19/6) pagi.

Ia mengaku selain memilih beristirahat di pelabuhan dengan resiko perjalanan pada malam hari yang diakuinya sulit mencari kendaraan jurusan Kotabumi langsung ia memilih akan menggunakan moda transportasi bus jurusan terminal Rajabasa dan dilanjutkan memilih kendaraan bus tujuan Kotabumi Lampung Utara.

“Kalau mau travel langsung biasanya ada tapi kalau memaksa berangkat malam biasanya tarifnya dinaikkan sepihak oleh pengemudi lebih baik kami menginap di Pelabuhan Bakauheni,”terang Sobri yang mudik bersama anggota keluarganya.

Di loket pembelian tiket kendaraan PT ASDP Indonesia Ferry pada arus mudik lebaran tahun ini menyediakan sebanyak 9 loket pembelian tiket kendaraan diantaranya sebanyak 7 loket dipergunakan untuk kendaraan roda empat dan 2 loket untuk pembelian tiket kendaraan roda dua.

Sebanyak 5 loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki dan saat terjadi lonjakan disediakan sebanyak 10 loket penjualan tiket pejalan kaki. Sebagai upaya mempermudah penumpang pejalan kaki yang harus menyertakan tanda pengenal diri. 

Dengan adanya KTP serta identitas lain pembelian tiket dilakukan oleh satu orang, jika penumpang rombongan untuk menghindari antrian. Ruang tunggu yang cukup luas memungkinkan calon penumpang menunggu dengan fasilitas ruangan berpendingin dan dilengkapi dengan papan informasi keberangkatan kapal.

Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera yang mulai dioperasikan khususnya di pintu keluar pelabuhan Bakauheni membuat kendaraan yang baru turun dari kapal diarahkan ke JTTS dan keluar ke Jalan Lintas Sumatera.

Sementara itu kendaraan yang berasal dari Pulau Sumatera diarahkan menuju ke loket pembelian tiket kendaraan dan khusus untuk kendaraan pengangkut penumpang pejalan kaki diarahkan ke terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni.

Antisipasi kemacetan di pintu masuk pembelian tiket kendaraan petugas KSKP Bakauheni di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni dan petugas pengarah kendaraan dari PT Mata Pencil Globalindo berjaga di pintu masuk pembelian tiket untuk mengarahkan kendaraan.

Henk Widi/Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Lihat juga...