hut

Boing 737 Surveillance TNI AU Tidak Menemukan Kegiatan Mencurigakan di Perbatasan Indonesia-Filipina

MANADO — Pesawat pengintai Boing 737 Surveillance milik TNI AU yang melakukan pengintaian di wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina di perairan Sulawesi Utara (Sulut), tidak menemukan adanya kegiatan yang mencurigakan dari kelompok jaringan ISIS yang terlibat pertempuran di Kota Marawi Filipina Selatan.

Hal ini ditegaskan Komandan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado Kolonel Pnb. Arifaini Nur Dwiyanto saat menerima tim pengintai pesawat TNI AU di Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi pada Sabtu (24/6/2017).

Menurut Arifaini, pesawat Boing 737 Surveillance TNI AU baru saja selesai melakukan pengintaian di wilayah perbatasan Indonesia Filipina, terutama di pulau Terluar Sulut yaitu Miangas, Marore dan Marampit, namun hingga saat ini tidak di temukan kegiatan yang mencurigakan.

Perwira tiga Melati itu menyatakan, ada kapal yang sedang beraktifitas ke wilayah barat, namun tidak mencurigakan saat kapal itu menuju Filipina dan kembali lagi ke Filipina.

“Kegiatan pengintai yang dilakukan oleh pesawat Boing 737 Surveillance merupakan operasi Kilat Batik 2017 TNI AU dan berpuasat di Tarakan, namun seiring situasi di Filipina yang terus memanas sehingga aktifkan pengintaian semakin di tingkatkan. Hasilnya hingga saat ini situasi dan kondisi di wilayah perbatasan masih tetap kondusif,”  terang Danlanudsri Kolonel Pnb. Arifaini Nur Dwiyanto, Sabtu (24/6/2017) di Manado.

Arifaini mengatakan, Operasi Kilat Batik 2017 dilaksanakan selama 365 hari atau sepanjang tahun. Namun karena wilayah perbatasan Indonesia harus terus dipertahankan, sehingga operasi ini semakin ditingkatkan dan pesawat pengintai Boing 737 Surveillance TNI AU di kerahkan hingga ke wilayah Ambalat Kalimantan Utara.

“Dalam oprasi Kilat Batik 2017 kita memiliki unsur-unsur yang ada yaitu pesawat tempur Sukhoi dan saat ini pesawat itu sedang berada di Ambalat untuk melakukan operasi udara, namun terus di perluas ke wilayah perbatasan Indonesia Filipina khususnya di perairan Sulut,” ucap Arifaini di Manado Sabtu (24/6/2017)

Pesawat Boing 737 Surveillance merupakan pesawat patroli yang dilengkapi dengan kamera yang mampu mengambil gambar maupun data hingga ketinggian 35.000 kaki. Dengan kamera MX -20HD yang dimiliki, maka sensor digital elektro-optik dengan high definition mampu untuk melakukan tugas Intelegen dan pengawasan yang di lakukan oleh pesawat patroli.

 

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!