hut

Presiden Jokowi Intruksikan Kementerian Pendidikan Bangun SD di Perbatasan

KUPANG — Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merehabilitasi bangunan Sekolah Dasar, Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, di kawasan perbatasan dengan Oecusse, Timor Leste.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Kupang, Imanuel Buan kepada wartawan di Oelamasi, Kamis, mengatakan, sekolah itu dalam kondisi rusak berat sehingga menjadi viral di media sosial.

Kerusakan gedung Sekolah Dasar (SD) di Netamnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang itu menarik perhatian Presiden Joko Widodo setelah menjadi viral di media sosial.

Buan menjelaskan hal itu dihadapan Bupati Kupang Ayub Titu Eki serta Kabag Humas Stefanus Baha terkait upaya pemerintah daerah dalam membantu rehabilitasi gedung sekolah darurat di daerah ini.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membangun gedung sekolah itu dalam tahun 2017.

“Saya telah dipanggil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas pembangunan gedung sekolah di Kecamatan Amfoang Timur itu, karena kondisi bangunan sekolah yang rusak itu telah menjadi perhatian Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Buan.

Ia mengatakan, selain membangun sekolah ini pemerintah juga akan membangun dua sekolah darurat lainnya di Kabupaten Kupang yang dalam kondisi rusak berat.

“Tiga sekolah darurat ini akan direhabilitasi tahun 2017, sehingga siswa maupun guru-guru bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara baik di ruangan yang layak,” kata Buan.

Pembangunan tiga gedung sekolah dasar yang kondisinya sangat memprihatinkan itu menggunakan sumber anggaran bantuan pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang sedang menginventarisasi semua sekolah darurat untuk dilaporkan kepada pemerintah pusat.

“Data sementara dimiliki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang ada 18 gedung sekolah yaitu SD dan SMP dalam kondisi bangunan darurat. Pemerintah akan membangun gedung-gedung sekolah ini secara bertahap sesuai kemampuan keuangan negara,” kata Buan.

Menurut dia, sekalipun ada sekolah dengan kondisi bangunan darurat namun pemerintah tidak akan menutup sekolah itu karena dibutuhkan sebagai sarana pendidikan bagi siswa di wilayah pedalaman.

“Pemerintah akan merehabilitasi gedung sekolah ini dengan membangun gedung sekolah yang layak sebagai tempat belajar mengajar yang memadai bagi siswa,” kata Buan. [Ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!