Wali Kota Bogor Bima Arya: Saya Doakan Yang Buang Sampah Sembarangan, Jomblo Seumur Hidup

MINGGU, 18 JUNI 2017

BOGOR  —-  “Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum akhir masa jabatan saya” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya dalam acara buka puasa bersama dengan komunitas-komunitas yang ada di Kota Bogor, Minggu (18/6) sore yang diadakan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jawa Barat. 

Wali Kota Bogor Bima Arya (memakai baju hitam) di tengah acara Buka Puasa Bersama.

Dalam dialog terbuka dengan perwakilan komunitas, Bima Arya mengatakan bahwa ada satu hal yang sedang menjadi perjuangan pemerintah kota, yaitu reformasi angkutan kota. Banyak pihak berharap bahwa permasalahan angkutan kota di Bogor dapat segera teratasi.

Salah satu program Pemerintah Kota Bogor menyangkut angkutan kota adalah re-routing angkot yang mulai diterapkan secara bertahap sejak beberapa bulan silam.

Selain itu, Bima juga mengatakan bahwa angkutan kota nantinya akan diganti menjadi bus Trans Pakuan.

“Kalau semuanya lancar, pemprov sudah mengalokasikan subsidi untuk angkot menjadi Trans Pakuan,” ungkap Bima.

Bila tidak ada halangan pada 2018 akan ada 150 bis yang beroperasi menggantikan angkutan kota. Lanjut Bima sambil memaparkan akan ada pelebaran trotoar di Jalan Otto Iskandar Dinata, Bogor.
Bima juga akan melakukan pembangunan infrastruktur publik, dan pengembalian fungsi-fungsi sarana dan prasarana publik.

Dia menyayangkan masih banyak pelanggaran pada peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah kota seperti oknum masyarakat yang merokok di jogging track lapangan Sempur, padahal sesuai dengan peraturan pemerintah No. 12 tahun 2009, Lapangan Sempur termasuk wilayah yang harus menjadi Kawasan Tanpa Rokok.

“Siapa yang buang sampah sembarangan, saya doakan jomblo seumur hidup!” ujar  Bima.

Ditemui seusai dialog bersama komunitas, Bima Arya mengatakan bahwa pelanggaran yang terjadi di kota Bogor disebabkan oleh latar belakang pendidikan warga Bogor “mungkin dirumahnya gak di ajarin tertib, kurang kesadaran, dan gak paham,” ujar Bima Arya.

Bima mengaku sering turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman pada warga masyarakat yang belum mengerti mengenai peraturan pemerintahan tersebut “Kami juga menyediakan park ranger, cctv, dan lain sebagainya”  ujarnya.

Terkait 150 bis yang akan menjadi transportasi massa di kota Bogor, Bima mengatakan bahwa belum ada gambaran akan transportasi massa yang terintegrasi dengan KRL Commuter Line.

Ditemui di tempat terpisah, Haidar Usman, warga Ciomas, Bogor, mengatakan bahwa dirinya pernah mendengar program pemerintah mengadakan 150 bis yang akan menggantikan angkutan kota

“Semoga saja bisa terintegrasi” katanya sambil mengatakan bahwa dirinya sangat setuju akan integrasi tersebut untuk mengurangi keruwetan di kota Bogor imbuhnya.  Dia juga berharap Pemkot Bogor menyelesaikan proyek Bogor Outer Ring Road (BORR) selatan” pungkas Haidar Usman.

Kegiatan buka puasa bersama dengan perwakilan komunitas merupakan kegiatan buka puasa bersama yang terakhir tahun 2017 ini, setelah sebelumnya pemerintah kota Bogor mengadakan buka puasa bersama dengan MUSPIDA, lalu mengadakan buka puasa bersama dengan para ulama yang ada di Bogor, pelaku UMKM, dan yang terakhir adalah buka puasa bersama dengan perwakilan komunitas.

Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho
Source: CendanaNews

Lihat juga...