hut

E-Parkir akan Diterapkan di Tiga Titik Potensial Balikpapan

BALIKPAPAN — Rencana penerapan elektronik parkir (e-parking) yang dilakukan di tiga titik, diikuti rencana pengadaan meteran parkir di on the street potensial di Kota Balikpapan. Tiga lokasi e-parkir itu plaza Balikpapan, BSB dan Bandara Sultan Aji Sulaiman Sepinggan Balikpapan, yang rencananya akan diterapkan pada Agustus 2017.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menuturkan penerapan e-parkir itu mendorong penerimaan pajak parkir lebih transparan dan lebih efisien ke depannya. Sementara pajak parkir yang ditetapkan sebesar 30 persen langsung masuk ke pendapatan asli daerah (PAD).

“Itu pajak parkir yang akan diterapkan. Dan sekarang segala persiapan telah dilakukan juga untuk mendukung program pemerintah terkait penggunaan uang non tunai,” jelasnya, Rabu (26/7/2017).

Menurutnya, yang akan diterapkan pada pajak parkir sudah bagus, sehingga retribusi parkir rencananya juga dikelola lebih baik. Pengelolaan itu dilakukan dengan melihat on the street potensial dan bekerjasama dengan pengelola parkir, yang nantinya akan dipasang alat meteran parkir.

“Tahun 2017 ini untuk pengelolaan parkir yang di jalan. Khususnya retribusi parkir juga akan sejalan. Nah, tahun ini rencana akan ada pengadaan alat meteran, agar pengelolaan retribusi lebih baik,” ucapnya.

Pihaknya juga membuka kesempatan bagi pihak ketiga yang ingin dan mau mengelola parkir, sama seperti yang dilakukan di Bandung. Karena diakuinya harga mesin parkir tidak murah.

“Pengadaan alat butuh waktu, tidak serta merta semua harus dibeli. Meski sudah dianggarkan, kan untuk belanja modal perlu persetujuan dulu. Tahun ini alat meteran parkir itu dianggarkan 8 unit dan per unitnya sekitar Rp125-130 juta,” imbuhnya.

Sudirman mengharapkan, penerapan meteran parkir untuk retribusi parkir on the street dapat segera diterapkan setelah alatnya ada.

Lihat juga...