hut

Ekonomi Syariah Dinilai Mampu Atasi Kesenjangan

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW. Martowardojo, menilai ekonomi syariah mampu menjawab permasalahan kesenjangan ekonomi di Indonesia. Hal ini menurutnya, karena sistem ekonomi syariah mampu melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kondisi perekonomian Indonesia pun melanjutkan upaya perbaikan peningkatan.

Namun, menurut Agus, peningkatan kondisi perekonomian tersebut masih belum diikuti dengan distribusi hasil-hasil pembangunan ekonomi yang optimal. Hal ini tercermin dari masih tingginya kesenjangan pendapatan antar lapisan masyarakat.

“Untuk menjawab permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu sistem ekonomi yang inklusif, yang dapat secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian, yaitu ekonomi syariah yang mampu mengatasi kesenjangan,” ujar Agus,  dalam sambutannya pada Diskusi Panel Dalam Rangka Milad Ke-42 MUI bertajuk ‘Peran Ekonomi Syariah Dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia’ di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin (24/7/2017).

Berdasarkan survei Bank Dunia, rasio gini Indonesia masih tercatat sebesar 0,394 di penghujung 2016, meski sudah sedikit membaik dari rasio gini di awal 2016 yang mencapai 0,397. Kondisi ini. menurut Agus, menjadi salah satu permasalahan utama yang harus diatasi, guna mewujudkan perekonomian yang tumbuh berkualitas dan berkesinambungan.

“Sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai syariah yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya titipan Allah SWT, akan menjadi salah satu jawaban yang tepat,” ujar Agus.

Agus mengatakan pula, sistem ekonomi syariah sudah mulai menjadi salah satu pilar pendukung dari sistem perekonomian Indonesia saat ini, tentunya harus diperkuat dengan kebijakan dan perangkat instrumen yang dapat mendukung distribusi sumber daya dan kesempatan, mengoptimalkan investasi yang berdayaguna, dan mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik.

“Nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah ini bukanlah merupakan suatu konsep yang eksklusif. Nilai-nilai dan prinsip-prinsip ini telah berjalan beriringan dan selaras dengan berbagai tujuan dunia internasional,” tegas Agus.

Dalam tataran global, lanjutnya, kinerja ekonomi dan keuangan syariah dunia memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Pada 2015, volume industri halal global mencapai USD 3,84 triliun dan diperkirakan akan meningkat mencapai USD 6,38 triliun pada 2021.

“Meski pertumbuhan sektor keuangan syariah di Indonesia cukup tinggi, posisi Indonesia pada Global Islamic Economic Indicator 2017 masih berada pada urutan ke-10 dengan posisi tertinggi dicapai oleh Uni Arab Emirates, dan Malaysia pada peringkat kedua,” pungkas Agus.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com