hut

Empat Nelayan Langkat Ditangkap Polisi Maritim Malaysia

LANGKAT — Empat nelayan tradisional asal Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang sedang melaut ditangkap polisi maritim Malaysia dan kini berada di penjara Pulau Penang.

“Kami baru saja menerima laporan dari salah seorang keluarga tentang penangkapan keempat nelayan itu,” kata Direktur Rumah Kita Bahari Langkat Azhar Kasim, di Pangkalan Brandan, Jumat (7/7/2017).

Azhar Kasim menjelaskan nelayan tradisional itu merupakan warga Sei Bilaqh, yaitu Herman (46) warga Jalan Pelabuhan Lingkungan I, Lukman Hakim Siregar (32) warga Pasar Pompa Lingkungan VII, Reza Sahputra (24) warga Gang Aman Lingkungan II, dan Irwan Sofyan (21) warga Medan II Lingkungan V, Kecamatan Sei Lepan.

“Kami langsung menerima informasi dari keluarga korban yang ditangkap,” katanya pula.

Mereka menjelaskan pada Rabu (28/6), kempatnya pergi melaut untuk mencari ikan dengan mempergunakan perahu bermotor Sahara PB 645.

Lalu, Kamis (6/7), salah seorang keluarga korban penangkapan sekitar pukul 11.00 WIB mendapat kabar melalui HP keempatnya telah ditangkap.

“Keempatnya ditangkap oleh polisi maritim Malaysia dan kini keberadaannya di penjara Pulau Penang,” ujarnya lagi.

Berdasarkan kabar tersebut, pihak keluarga tidak mendapatkan penjelasan kapan keempatnya ditangkap, dan komunikasi terputus hingga sekarang.

Azhar Kasim menjelaskan kejadian yang seperti itu terus berulang setiap tahun dialami para nelayan tradisional dengan model yang sama atau tuduhan memasuki perairan Malaysia.

Menurutnya, kelemahan pengamanan laut di wilayah perairan Indonesia dan pengetahuan nelayan tradisional terhadap batas wilayah perairan menyebabkan nelayan selalu ditangkap.

Pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak terus terulang agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Langkat serius menyosialisasikan hukum laut serta melakukan advokasi hukum terhadap mereka. [Ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!