Inovasi Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

SEMARANG — Komite sekolah yang bertugas untuk berperan dalam memberikan pertimbangan dan pengawasan pendidikan demi peningkatan mutu pendidikan seringkali diabaikan oleh komite sekolah itu sendiri.

Di sekolah-sekolah, biasanya komite sekolah hanya hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah hanya jika mendapat undangan dari sekolah. Hal ini berbeda sekali dengan Komite Sekolah SD Islam Hidayatullah Semarang yang melakukan banyak inovasi dalam hal program dan kegiatan komite sekolah.

Komite Sekolah SD Islam Hidyatullah Semarang memperhatikan betul peran dan fungsi komite sekolah sesuai SK Mendiknas Nomor 044/U/2002, yaitu peran pertimbangan (advisor agency), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency), dan mediator antar pemerintah dengan masyarakat.

Untuk peran pengontrol dan mediator tentu setiap anggota komite sekolah sudah sadar betul tentang hal ini dan secara otomatis itu sudah dilaksanakan dengan baik.

Sementara, terkait peran memberikan pertimbangan dan peran pendukung inilah yang lebih utama diperhatikan oleh pihak Komite Sekolah SD Islam Hidayatullah. Sehingga banyak inovasi dari program dan kegiatan yang berkaitan dengan peran pertimbangan dan peran pendukung bagi sekolah.

Ketua Komite SD Islam Hidayatullah Semarang, Muh. Achyar, menjelaskan program dari peran pertimbangan sendiri adalah dengan seringnya mengajak pihak sekolah untuk berdiskusi mengenai kebijakan pendidikan dan menyampaikan pertimbangan-pertimbangan yang berasal dari anggota komite maupun wali murid.

Sedangkan terkait peran pendukung, komite sekolah memiliki banyak inovasi kegiatan dan program untuk mendukung terselenggaranya pendidikan yang berkualitas.

 

Menurut laki-laki yang akrab dipanggil Achong tersebut, program inovasi yang terdapat di Komite Sekolah SD Islam Hidayatullah adalah adanya komite koordinator kelas, bakti sosial, seminar dan workshop bagi wali murid, serta adanya lomba cerdas cermat bagi para siswa.

Menurutnya, semua program tersebut tentu musyawarahkan juga dengan para guru-guru di sekolah agar tercipta sinkronisasi kegiatan dan supaya tujuan dalam meningkatkan mutu pendidikan juga tercapai.

“Komite koordinator kelas itu kami tunjuk 2 orang wali murid di setiap kelas. Kemudian kedua orang tersebut bertugas untuk membuat acara tertentu untuk mengumpulkan semua wali murid di kelas tersebut, sehingga antar wali murid di setiap kelas bisa saling mengenal. Lalu, komunikasi wali murid tersebut bisa bisa berlanjut melalui group whatsapps. Hal ini kami jadikan program supaya jika ada masalah antar murid, masing-masing wali murid bisa saling komunikasi, sehingga tidak timbul sikap saling menyalahkan,  tutur Achong.

Achong juga menjelaskan untuk program bakti sosial dan lomba cerdas cermat sendiri, komite sekolah berkolaborasi dengan pihak sekolah serta mengajak semua siswa di SD Islam Hidayatullah untuk ikut berpartisipasi. Bakti sosial dapat digunakan untuk memupuk karakter peduli sosial. Sedang cerdas cermat dapat digunakan sebagai sarana mengasah kemampuan dan keberanian siswa.

“Adapun terkait workshop dan seminar yang pernah kami yaitu seminar bullying, dan seminar parenting. Banyak sekaali fenomena bullying yang terjadi pada anak-anak, karena itu orangtua perlu mengetahuinya dan tahu cara mengatasinya. Materi bullying dan parenting ini kami piliha karena dapat memberikan wawasan baru kepada orang tua, sehingga orang tua juga ikut andil dalam mendidik anak-anaknya dengan baik, dan tidak menyerahkan begitu saja pada pihak sekolah.”

Achong mengatakan materi seminar-seminar tersebut tidak memanggil pemateri dari luar, namun pemateri juga merupakan anggota dari komite sekolah dan atau wali murid dari siswa.

Dengan sumber daya wali murid yang berkualitas, dan banyak ahli di bidang tertentu, maka akan sangat disayangkan jika itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan seminar-seminar teserbut maka ilmu para ahli yang notabene merupakan wali murid, bisa dibagikan sehingga menambah pengetahuan wali murid yang lain.

“Saya berharap inovasi-inovasi dari kegiatan dan program komite sekolah ini terus berjalan dengan baik sebagai upaya peningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini. Harapan ke depannya semakin banyak wali murid yang ikut berpartisipasi aktif dalam program komite sekolah karena hal ini juga merupakan tanggungjawab para wali murid dalam mendidik anak-anaknya. Saya juga sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang selama ini mendukung program dan kegiatan dari komite sekolah.”

Selain itu Achong juga mengaku memiliki harapan yang besar terkait inovasi komite sekolah di SD Islam Hidatullah Semarang dapat dijadikan contoh di sekolah yang lain. Menurutnya, partisipasi aktif wali murid sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan anak-anaknya.

Sementara itu, Sir Muhadi, salah satu guru di SD Islam Hidayatullah, mengatakan bahwa pihak sekolah sangat terbantu dengan inovasi-inovasi program dan kegiatan dari komite sekolah. Menurutnya, program dan inovasi sekolah tersebut sangat membantu dalam proses meningkatkan mutu pendidikan sekolah.

“Saya mengapresiasi inisiatif dari komite sekolah dalam memberikan ide-ide baik berupa saran maupun kegiatan dalam rangka meningkat mutu pendidikan di sekolah ini. Saya berharap kekompakan komite sekolah tetap terjaga dan terus memberikan inovasi-inovasi kegiatan yang bermanfaat,” imbuh Sir Muhadi.

Sir Muhadi, Guru SD Islam Hidayatullah Semarang/Foto: Khusnul Imanuddin.

 

 

Lihat juga...