Kemeriahan Puncak Perayaan HAN 2017 di TMII

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merayakan Hari Anak Indonesia (HAN) 2017 bertajuk “Kebebasan Dalam Berkreasi, Interaksi Menuju Anak Indonesia Yang Kreatif”. Perayaan ini dipusatkan di Istana Anak-Anak Indonesia (IAAI), Minggu (23/7/2017).

Sejak pagi ratusan anak sudah terlihat memadati IAAI. Sebagian dari mereka adalah penari binaan TMII yang akan tampil memeriahkan HAN 2017. Sebagian lagi adalah anak-anak yang sengaja datang hanya sekedar ingin menyaksikan perayaan HAN 2017.

Marching Band SDN 02 Bambu Apus, Jakarta Timur sukses ditampilkan di luar IAAI, mengarah ke jalan raya. Di pelataran IAAI, puluhan boneka badut berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusumo yang akan membuka perayaan HAN 2017.

Tepat pukul 09.30 WIB, Direktur Budaya TMII Sulistio Tirtokusumo tiba di IAAI. Selanjutnya, beliau menggunting pita tanda dibukanya peringatan HAN 2017 di TMII. Sulistio pun mengunjungi stand-stand yang dihadirkan di area IAAI.

Usai mengunjungi stand-stand tersebut, Sulistio mengarah ke Panggung Kancil IAAI, tempat dipusatkan perayaan HAN 2017.

Di Panggung Kancil ini, ratusan anak yang didampingi orang tuanya sudah memenuhi ruangan bundar terbuka tersebut. Kehadiran Direktur Budaya TMII ini disambut dengan penuh apresiasi.

Mengawali acara, tarian “Pembenah” sebagai ucapan selamat datang yang ditampilkan para penari dari Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara.

Pertunjukan operet Sang Nitra. Foto: Sri Sugiarti

Tampak hadir mendampingi Direktur Budaya TMII adalah Manager Budaya TMII Jaja Purnawijaya, Manager Administrasi TMII, Husaini, dan Iin Valdini, Manager IAAI.
Dalam sambutannya, Sulistio mengatakan, awal perayaan Hari Anak ini atas gagasan UNICEF pada tahun 1953, hingga kemudian di setiap negara merayakannya, termasuk Indonesia.

Dikatakan Sulistio, tujuan HAN 2017 ini adalah mewujudkan kesejahteraan anak-anak Indonesia akan hak-hak mereka dalam kehidupannya.

“Kita sebagai orang tua harus mengarahkan potensi anak sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. Menciptakan lingkungan yang aman untuk anak-anak juga kewajiban kita, mencegah kekerasan terhadap anak, dan terpenting lagi menanamkan nilai budaya pada anak,” ungkap Sulistio.

Sesuai dengan visi dan misi TMII adalah pelestarian budaya. Hal ini menurut Sulistio, perlu direalisasikan terhadap anak-anak. Oleh sebab itu dengan  adanya perayaan HAN ini banyak anak yang didampingi orangtuanya datang ke TMII, untuk menyaksikan dan kemudian bisa dilanjutkan berkunjung ke anjungan-anjungan berbagai provinsi yang ada di sini. Selain itu, juga bisa berkunjung ke museum-museum.

“Setelah menyaksikan HAN dan berkunjung ke anjungan atau museum akan menambah pengetahuan dan wawasan serta pengalaman berkesan yang luar  biasa bagi anak,” ujarnya.

Sulistio berharap kelak mereka dewasa bisa tumbuh kembang menjadi manusia yang dibekali pemahaman bahwa Indonesia itu adalah keberagaman. Tidak tunggal tapi terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, dan kepercayaan. “Sehingga tidak ada fanatisme, karena itu kekuatan kita bahwa kita adalah negara berpancasila,” tukasnya.

Pada kesempatan ini, Sulistio juga mengajak anak-anak untuk tampil ke panggung bersama dirinya. “Ayo nak, sini bersama bapak. Siapa yang berani, ayo,” ajak Sulistio.

Sontak anak-anak pun berebut menaiki panggung untuk tampil bersama Bapak Maestro Tari TMII ini. Senyum Sulistio terlihat sangat bahagia bisa bersenda gurau dengan mereka, salah satunya Bela, siswi kelas 4.

“Namanya siapa?” tanya Sulistio. “Bela, Pak,” jawab siswi Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara. Sulistio pun bertanya lagi, “Bela mau nari apa?” “Saya mu nari operet Nitra dan sudah dua tahun latihan nari di Taman Mini,” ujar Bella.

Selanjutnya, Ikhsan, siswa kelas 1 SMPN Tangerang sangat antusias ketika ditanya. “Namanya siapa, kamu ikut kegiatan apa di Taman Mini?,” tanya Sulistio. “Saya, Ikhsan. Belum ikut kegiatan apapun, sengaja ke sini bersama ayah, ibu, dan adik cuma ingin ikut rayain hari anak,” ujarnya.

Keakraban Sulistio bersama anak-anak begitu mencair, seperti tidak ada jarak padahal diantara mereka baru bertemu. “Saya ucapkan selamat Hari Anak Nasional 2017, semoga anak-anak Indonesia menjadi generasi cemerlang masa depan bangsa,” katanya.

Sulistio bersama anak-anak pun turun panggung dan duduk kembali untuk melihat penampilan Tari Anoman dari Sanggar Putra Purna Yuda. Tari Anoman ini adalah juara umum lomba tari kreasi tradisional anak kelompok sanggar ke-2 IAAI.

Sebagai pamungkas, operet “Sang Nitra” produksi TMII pun disuguhkan.Tampilan operet ini sangat apik dan memukau, terkadang juga membuat tertawa, pengunjung pun terhibur. “Sang Nitra, adalah putra Raja Dewa dan Dewi Anjani. Dia terlahir tidak layaknya manusia namun berwujud seekor kera putih.

Nitra tumbuh menjadi seorang yang gagah berani, tidak sombong, dan mempunyai kesaktian tinggi. Dan kini, Nitra adalah Sang Maskot TMII.

Acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow edukasi anak dari Universitas Atmajaya, pagelaran seni dari sanggar, dan pagelaran teater bertajuk “Menggapai Mimpi”. Ada pula dongeng anak,  lomba mewarnai, dan lainnya.

Direktur Budaya TMII Sulistio Tirtokusumo (batik hijau, kacamata) berfoto bersama para pemain operet Sang Nitra. Foto: Sri Sugiarti
Lihat juga...