hut

KNKS akan Kembangkan Syariah di Sektor Riil

JAKARTA — Sekretaris Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Bambang Brodjonegoro, mengatakan, pengembangan keuangan syariah tidak hanya akan ditujukan untuk sektor keuangan, melainkan juga akan ditujukan pada sektor riil.

“Kami ingin benar-benar mendorong keuangan syariah tidak hanya untuk sektor keuangan, tapi juga pengembangan keuangan syariah untuk sektor riil,” kata Bambang, dalam Silaknas Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Hingga kini, pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil, yakni 5,3 persen terhadap industri perbankan nasional. Bambang menjelaskan,  penyebab masih kecilnya pangsa pasar keuangan syariah, salah satunya adalah bank-bank syariah yang ada tidak cukup besar. “Tapi itu terjadi karena sisi permintaannya juga kurang kuat. Sisi permintaannya itu adalah justru sektor riilnya,” ujarnya.

Karena itulah, dirinya menyampaikan, salah satu prioritas program kerja KNKS adalah memperkuat sektor riil, yaitu ekonomi syariah. Ekonomi syariah itu, bisa diterjemahkan sebagai industri halal, maupun halal tourism yang kini juga sedang dikembangkan pemerintah.

“Jika sektor riil berkembang, dengan sendirinya pelaku sektor riil tersebut akan membutuhkan pembiayaan. Otomatis mereka akan mencari pembiayaan yang juga syariah,” ungkap Menteri Bappenas, ini.

Jadi, lanjut Bambang, bagaimana kita menciptakan demand terhadap industri keuangan syariah, dengan sendirinya nanti industri keuangan syariahnya menjadi besar. Upaya tersebut akan terus didorong, agar investor yang masuk adalah investor yang ingin membuat bank syariah menjadi bank besar, yang setara dengan bank-bank konvensional.

“Memang tak ada angka ideal pangsa pasar yang harus dicapai bank syariah. Yang jelas kita ingin mengembangkan ekonomi syariah. Tapi, sebagai patokan seharusnya sudah bisa mencapai 10 persen,” pungkas Ketua IAEI ini.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!