hut

MUI Minta RI Tekan PBB Tangani Israel

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI,  Muhyiddin Junaidi mengatakan, bukan saja Indonesia yang mengecam sikap biadab Zionis Israel yang menutup Masjid Al-Aqsa, tapi  juga umat Islam dunia juga demikian.

“Kalau MUI memang mampunya mengecam dan mengutuk, karena tidak punya kekuatan militer,” ujar Muhyuddin, dalam pernyataan sikap MUI di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

MUI juga meminta pemerintah Indonesia untuk menekan Dewan Keamanan PBB, agar menangani pelanggaran HAM oleh Zionis Israel ini. Karena, Israel, kata Muhyiddin, meskipun dikecam, dikutuk, PBB juga keluarkan revolusi, Israel tenang-tenang saja.

“Kenapa tenang? Karena di balik Israel ada kekuatan besar, yaitu Amerika Serikat (AS). Ini yang sangat susah bagi kita mengalahkan AS,” ujar Muhyiddin.

Muhyiddin pun berkelakar, kalau ingin mengecam Israel, kemudian juga ingin meng-embargo Israel, dan menyerangnya, itu sama saja menyerang AS. Karena AS selalu memainkan kartu standar gandanya,” tukasnya.

Menurut Muhyiddin, ketika Saddam Hussein dan Mohammed Gaddafi masih hidup, ada sedikit kesepakatan mereka terkait penjajahan Isreal kepada Palestina. Namun, setelah keduannya wafat, sekarang ini negara Arab atau negara-negara Islam, sayup-sayup saja tidak terdengar taringnya membela Palestina. Apalagi, Israel sudah tahu, bahwa AS punya sekutu sebagian pemimpin negara Arab.

Sejak 2011, kekuatan negara Arab mengalami pelemahan, hingga kemudian menjadikan kawasan teluk tambah gawat. Maka, kata Muhyiddin, Israel melihat ini sebagai kesempatan untuk mengobok-ngobok Palestina.

Apalagi, Zionis Israel menuntut agar Ikhwanul Muslimin dan Hamas masuk dalam daftar kelompok teoris. “Kalau keduanya masuk dalam kelompok teoris, sudah selesailah perjuangan untuk membebaskan Palestina,” ujar Muhyiddin.

Pada 1969, Organisasi Konferensi Islam (OKI) didirikan dengan tujuan membela Palestina dari kebiadaban Zionis Israel. Tapi, kata Muhyiddin, OKI saat ini hanya sebagai organisasi Islam biasa-biasa saja, paling kedengaran suaranya pada saat pertemuan dunia, setelah itu mendem (terpendam) lagi.

“Ya, mudah-mudahan yang mengecam dan mengutuk keras lebih baik daripada diam saja,” tukas Muhyiddin.

MUI, tambah dia, juga berharap pemerintah Indonesia jangan diam terkait aksi Zionis Israel menutup Masjid Al Aqsa. “Jangan-jangan pemerintah sudah diloby oleh Yahudi di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Muhyiddin berharap, semoga pernyataan sikap MUI terkait penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Zionis Israel, minimal mampu mengobati harapan sebagian umat Islam Indonesia.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!