Peluang Karir Aktuaria Menjanjikan

PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Riau, mendorong generasi muda setempat agar mau dan bisa berkarir menjadi tenaga Aktuaria, mengingat profesi tersebut cukup menjanjikan lapangan kerja baru dan pendapatan yang mumpuni.

Kepala OJK Riau, Muhammad Nurdin Subandi, secara nasional OJK menargetkan tercetak 1.000 tenaga Aktuaria baru di masa datang. Program pencetakan SDM Aktuaria menjadi konsen OJK di masa datang, mengingat perkembangan bisnis Industri Keuangan Non Bank (IKNB), seperti asuransi sangat pesat.

Sementara untuk memajukan model bisnis ini, dibutuhkan tenaga yang ahli guna merancang dan mengalisa serta menghitung besaran biaya dan premi yang akan diterapkan kepada nasabah, agar tidak merugi.

Sebab itu, kata Subandi, ini peluang baru bagi generasi muda asal Riau yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi setelah lulus SMA. Karena bisa kuliah di jurusan Aktuaria yang ada di UGM Yogyakarta.

“Jangan hanya memilih yang sudah biasa seperti kedokteran dan teknik sementara Aktuaria juga potensial sebagai profesi baru di masa datang,” kata Subandi di Riau, Jumat (21/7/2017).

Subandi juga mengatakan, OJK selaku pengawas IKNB juga wajib membantu untuk meliterasi kepada masyarakat. Sebab, kekurangan tenaga Aktuaria di masa datang dikhawatirkan akan berdampak kepada kurang akuratnya analisa dan perencanaan sebuah paket asuransi.

Asuransi cukup berkembang di Pekanbaru. Saat ini, ada 55 yang kantor pusatnya di Jakarta, maka OJK mendorong program dalam mencetak SDM Aktuari. Dengan dimilikinya SDM Aktuaria, maka akan meningkatkan kompetensi asuransi dan mempercepat pelayanan.

“Terbentuk 1.000 Aktuari, kami berharap meningkatkan kompetensi dan market asuransi selain juga ini cara mengedukasi literasi ke generasi muda,” tambahnya.

Sekedar informasi, Aktuaria merupakan profesi yang memegang peranan penting dalam menyediakan analisis risiko dan pengambilan keputusan di industri jasa keuangan. Berdasarkan data dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), jumlah aktuaris terdaftar saat ini kurang lebih 400 orang, sedangkan kebutuhan industri terus meningkat seiring semakin berkembangnya industri jasa keuangan.

Karena tingginya kebutuhan akan tenaga aktuaria di negeri ini, Otoritas Jasa Keuangan memiliki “Program 1.000 Aktuaria” guna mencetak 1.000 tenaga profesional ini. (Ant)

Lihat juga...