hut

Pemda Balikpapan Klaim Stok Garam Aman Hingga Agustus 2017

BALIKPAPAN — Pemerintah Balikpapan menjamin kebutuhan garam untuk daerah tersebut masih aman  hingga Agustus 2017. Saat ini garam untuk kota sudah dikirim oleh distributor sebanyak 97 ton dengan konsumsi normal per bulannya 54 ton.

“Bulan ini pengirimannya lebih dari satu bulan, sehingga masyarakat jangan khawatir kebutuhan bahan makanan bumbuan ini,” ucapnya, Kamis (27/7/2017).

Pedagang Garam di Pasar Tradisional Klandasan – [Foto : Ferry Cahyanti]
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Bulog dalam mengatasi permasalahan kelangkaan garam tersebut.

“Nanti kita koordinasi dengan Bulog untuk kebutuhan garam ini. Yang jelas untuk saat ini kondisi stok aman,” tegasnya.

Saufan menjelaskan, biasanya perbulan stok yang dikirim dari Jawa setidaknya 87 ton. Namun bulan ini pengirimannya lebih. Dan langsung didistribusikan ke semua pasar.

Gagal panennya gram di pulau Jawa sejauh ini belum berdampak, namun pihaknya tetap mengimbau kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga di tengah kondisi kegagalan panen garam.

“Kita imbau kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga garam karena kondisinya masyarakat juga membutuhkan bahan bumbu-bumbuan ini,” tandasnya.

Sementara itu, dalam sepekan, harga garam mengalami kenaikan harga. Pedagang bumbu masakan, Lita menyebutkan, harga normal Rp 13 ribu per kg, kini bisa mencapai Rp 20 ribu per kg.

“Distribusi biasanya lancar, baru kali ini garam langka. Mereka katanya kehabisan stok karena tidak ada kiriman dari produsen,” tukasnya.

Lita mengatakan ,selama sepekan pemasok yang biasa memberi garam tidak muncul. Pihaknya juga menunggu kabar adanya stok garam dari pemasok langganannya.

Lihat juga...