hut

Ribuan Pedagang Balikpapan Menunggak Retribusi Pasar

BALIKPAPAN —  Sepinya pedagang dan pindah tangan penyewa lapak, menjadi salah satu penyebab penunggakan pembayaran retribusi pasar di Kota Balikpapan. Penunggakan retribusi pasar yang belum dibayar terbanyak terjadi di kawasan pasar Pandan Sari.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, M. Saufan, mengatakan kendala penarikan retribusi di lapangan adalah tidak punya uang, karena sepinya pedagang dan pedagang tidak ada di tempat serta lapak telah dipindah-tangankan ke pedagang lainnya.

“Kendala itu kami temui di pasar Pandan Sari, makanya kami tidak lelah menginfokan bagi pedagang, agar jangan mau menyewa lapak ke pedagang lain. Kalau mau sewa lapak langsung ke UPT. Kalau tidak punya uang, kami juga tidak bisa menarik, jadi kami tagihkan bulan berikutnya,” paparnya, Senin (24/7/2017).

Adapun jumlah keseluhan pedagang di seluruh pasar berkisar 1.000-an yang belum membayar retribusi penyewaan lapak. Upaya penarikan retribusi terus dilakukan oleh pemerintah kota.

Saufan menjelaskan, jumlah pedagang yang menunggak pembayaran retribusi pasar cukup banyak, sehingga pihaknya terus mengejar penagihan retribusi yang belum terbayarkan.

“Penunggakan pembayaran ada yang berbulan-bulan, bahkan sampai hitungan tahun. Makanya, kami giat untuk melakukan penarikan dengan melihat kondisi pedagang sendiri,” tandasnya.

Disebutkannya, jumlah yang masih kami kejar sebesar Rp6,2 miliar dan akan dikejar hingga akhir tahun. “Sudah 58 persen dari target retribusi yang dibayar, sisanya Rp6,2 miliar belum dibayar. Masing-masing UPT giat melakukan pembayaran. Retribusi ini juga nantinya masuk ke pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Lihat juga...