hut

Tahun 2017 PMI Balikpapan Fokus Infrastruktur Gedung

BALIKPAPAN — Setelah 2016 memprioritaskan pengadaan alat untuk mendukung kerja kegiatan donor darah di Kantor PMI Balikpapan, tahun ini giliran infrastruktur gedung dengan renovasi kantor PMI. Untuk merenovasi dan pengadaan barang perlengkapan Kantor PMI Balikpapan dianggarkan Rp1,5 miliar.

Kepala PMI Balikpapan M Arfan memaparkan anggaran Rp1,5 miliar itu digunakan untuk pengadaan ruang laboratorium yang lebih maksimal dan lebih baik. Selain ruang lab, merenovasi plafon agar lebih kuat, ruang rapat dan pengadaan AC gedung.

“Ruang laboratorium nantinya standar kantor Palang Merah Indonesia dan ruang akan lebih besar dibandingkan dengan ruang laboratorium​ yang ada sekarang. Nantinya lab akan ada di lantai 2 yang d idalam ada tempat penyimpan darah sesuai standarnya dan kegiatan lainnya,” terangnya saat ditemui di sela aktivitasnya Selasa, (25/7/2017).

Di ruang laboratorium nanti dilengkapi dengan lantai keramik cair khusus, dinding pelapis dengan luas 20×9 meter. Di dalam ruang laboratorium juga akan dilengkapi seluruh fasilitas agar darah yang dihasilkan juga lebih berkualitas.

“Lab yang lama tidak mencukupi karena luasnya hanya 6X6 meter yang fungsinya banyak dari penggunaan screening darah untuk mengetahui 4 jenis penyakit, masuk golongan darah apa, dan uji cocok lainnya,” ulas pria pensiunan PNS di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Disebutkannya, tahun ini fokus pada infrastruktur ataupun renovasi gedung dan pengadaan lab yang sesuai standar PMI. “Anggaran  2017 yang digunakan pengadaan lab dan perlengkapannya berasal dari APBD kota,” katanya.

Sedangkan 2016 lalu, PMI fokus pada pengadaan alat pendukung kegiatan donor darah setiap harinya. Tahun lalu dianggarkan Rp2,3 miliar di antaranya digunakan untuk pengadaan alat yakni 8 macam blood bank kulkas dengan kapasitas besar dan sedang, plasma fishing membekukan darah, inkubator, meja dingin dua unit.

“Tahun lalu kita sudah fokus pada pengadaan alat. Banyak sudah ada meski belum maksimal namun secara kualitas sudah memenuhi standar dalam penyimpanan darah yang sudah didonorkan,” bebernya.

Lanjut Arfan, masih banyak peralatan yang dibutuhkan dan harganya yang sangat mahal. Untuk pengadaan yang dibutuhkan tahun ini mengharapkan dari CSR perusahaan.

Peralatan yang dibutuhkan itu diantaranya menambah meja pendingin, Nopometik yang digunakan untuk uji cocok serasi secara robotik sehingga petugas hanya operasional, dan NAT.

“Memang peralatan-peralatan yang dibutuhkan itu harga sangat mahal. Tapi kita akan infokan ke perusahan apabila ada kegiatan CSR peralatan yang dibutuhkan. Kami tidak mau berbentuk uang tapi alat yang mendukung operasional atau kegiatan donor darah kalo ada bantuan CSR,” pungkasnya.

Arfan menambahkan upaya yang dilakukan merenovasi lab dan pengadaan alat tersebut untuk menjaga ketahanan dan kualitas darah dari hasil donor dan sesuai standar PMI.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!