Taman Mini Menari, Ikon Khas TMII

631

RATUSAN penari dengan pakaian tradisional berbagai daerah berlenggak-lenggok di area PlazaTugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (22/7/2017), petang.

Mereka mengajak pengunjung TMII untuk menari bersama. Suasana pun berubah menjadi meriah. Namun tak jarang jurang dari pengunjung yang masih terlihat malu-malu, cukup hanya duduk di tepi terai Plaza Tugu Api Pancasila, sambil bertepuk tangan sebagai rasa terpukau.

Sejumlah anjungan berkiprah meramaikan acara. Misalnya, partisipasi Anjungan DKI Jakarta dengan tari Ondel-Ondel. Ada pula Tari Japin dari sanggar Kranggan sebagai sahabat dan mitra budaya TMII. Kemudian, ada pula kiprah paguyuban Boneka Badut binaan TMII, Sanggar Mawar Budaya, dan Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara.

Para penari dari anak berusia tiga tahun hingga orang dewasa. Semuanya kompak memadukan gerakan dengan irama musik, terlihat sangat memukau pengunjung TMII.

Pencak silat binaan TMII juga menjadi pembuka dalam gelaran Taman Mini Menari tersebut. Berlanjut, Tari Japin dari sanggar Kranggan, lalu paguyuban Boneka Badut dengan gaya lucu. Dan, sebagai pamungkas adalah tarian berjudul “Kita adalah Satu” kolaborasi sanggar Mawar Budaya dan Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara.

Tak pelak, gerakan mereka diikuti oleh para penari lain serta pengunjung yang turut memeriahkan.”Kaloborasi ini memadukan ragam budaya daerah, makanya dinamakan Kita adalah Satu,” kata Trimawarsanti, Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Program Bidang Budaya TMII, ditemui usai acara Taman Mini Menari, Sabtu (22/7/2017).

Santi demikian panggilannya, mengatakan, Taman Mini Menari sejatinya digelar sebagai bentuk eksistensi para peserta diklat seni di berbagai anjungan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan TMII terhadap kehidupan seni dan budaya.

Tama Mini menari ini merupakan program budaya TMII yang sudah berjalan dua tahun. Kegiatan ini menurut Santi, lebih pada berkumpulnya seluruh siswa potensial diklat yang ada di TMII, yang tampil setiap Sabtu-Minggu di Plaza Tugu Api Pancasila, setiap bulan. Dimana masing-masing peserta diklat menampilkan tarian yang mereka pelajari selama ini.

“Jadi potensial peserta diklat maupun komunitas langsung belajar di tempat, saling mengenal. Mereka mengenal, belajar dan akhirnya mencintai ragam budaya, ” ujarnya.

Minimal kata Santi, sebagai daya tarik bahwa Sabtu-Minggu di setiap bulan itu ada acara Taman Mini Menari. Jadi pengunjung tidak langsung pulang tapi bisa menyaksikan  dan diharapkan bisa ikut eforia itu. “Kami berharap Taman Mini Menari ini menjadi garda terdepan, jadi ikon TMII,” pungkas Santi.

Trimawarsanti, Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Program Bidang Budaya TMII. Foto: Sri Sugiarti
Baca Juga
Lihat juga...