Tiga Mahasiswa Unimal Ikut KKN Kebersamaan 

LHOKSEUMAWE – Tiga mahasiswa Universitas Malikusalleh (Unimal) Aceh Utara, mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) kebersamaan bersama sejumlah universitas lain di Indonesia  yang di Universitas  Bangka Belitung, Provinisi Kepulauan Bangka Belitung.

Ketiga mahasiswa itu  berasal dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), yakni Suris Sintia Dewi Saragih (Antropologi), Fauzan Azima (Antropologi) dan Syarifah Hasanah (Ilmu Administrasi Negara).

Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unimal Aceh Utara, mengatakan ketiga mahasiswa ini akan bergabung dengan mahasiswa lainnya dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di wilayah barat Kepulauan Sumatera dan Jawa, Rabu (26/7/2017).

“KKN kebersamaan ini merupakan pengabdian nasional yang dilakukan oleh seluruh perwakilan mahasiswa selama satu bulan sejak 27 Juli sampai 30 Agustus 2017 mendatang”, terangnya.

Ia menambahkan, ketiga mahasiswa ini akan dipisahkan dan  ditempatkan di desa pedalaman Provinsi Bangka Belitung. Sebelumnya, mahasiswa yang dikirimkan ini telah mengikuti berbagai tahapan seleksi yang dilakukan oleh LPPM Unimal.

“Kita berharap kepada ketiga mahasiswa itu dapat membawa nama baik kampus dan mengharumkan nama kampus Unimal sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Aceh, tentunya mahasiswa juga dapat bersaing dengan mahasiswa universitas lainnya,” kata Yulius Dharma.

Selama mengikuti KKN, kata Yulius, mahasiswa harus mampu memberikan inovasi-inovasi baru sesuai aktivitas keilmuan di bidang masing-masing serta menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama di bangku perkuliahan. KKN juga merupakan salah satu poin penting dalam pengabdian masyarakat yang sudah diatur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Sedangkan untuk akomodasi peserta sudah ditanggung oleh Universitas dan diberikan sedikit uang saku ala kadar selama mahasiswa berada di Bangka Belitung,” sebutnya.

Yulius berharap, yang terpenting mahasiswa perwakilan dari Unimal Aceh Utara tetap menjaga norma budaya, agama sesuai kearifan lokal di Aceh dan syariat Islam, karena ini wajib hukumnya sebagai barometer Aceh di mata kampus PTN lainnya dan warga Bangka Belitung itu sendiri.

Salah seorang peserta KKN kebersamaan, Suris Sintia Dewi Saragih, mengatakan sebelum berangkat ia telah memeriksa kesehatan agar tetap sehat saat melakukan aktifitas KKN. “Kami pun sudah siap bersaing dengan teman-teman mahasiswa universitas lain di sana, bahkan kami juga telah menyiapkan program yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat Bangka Belitung,” ungkap Suris.

Lihat juga...