TMMD Dekatkan TNI dan Rakyat di Papua

NABIRE – Hal positif yang dapat diambil dalam program rutin Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) TNI, adalah kedekatan mereka secara langsung di tengah-tengah masyarakat. Berikut penelusuran Cendana News saat terjun langsung ke lokasi TMMD Ke-99 KODIM 1705 Paniai di Nabire, Papua.

Dalam penelusuran ini, didapati bahwa sebelum dilakukan TMMD oleh KODIM 1705 Paniai yang membawahi lima kabupaten, masing-masing Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyaidan Intan Jaya, sangat jarang tentara terlihat di Kampung Bomopai, Distrik Yaru, Kabupaten Nabire.

Setelah dibuka pada 4 Juli 2017, lalu, mulailah terlihat banyak prajurit TNI yang bersatu dan berkumpul dengan masyarakat setempat. Hal ini dikatakan Ketua RT 01 RW 01 Kampung Bomopai, Distrik Yaro, Obeth Madai.

“Kami terima kasih banyak kepada bapak TNI, selama ini kami tidak kenal bapak-bapak TNI. Sejak ada TMMD kami kenal mereka lebih dekat dan sudah seperti keluarga kami,” kata Obeth, saat kepada Cendana News.

Menurut Obeth, TMMD ini adalah salah satu perpanjangan pemerintah daerah (pemda) dan masuk memberikan bahan makanan serta membangun sebuah Gereja atau rumah ibadah umat Kristen di Kampung Bomopai, Nabire.

Bangunan Gereja Kartel sementara dibangun TNI AD dan masyarakat kampung Bomopai, Nabire [Foto: Indrayadi T Hatta]
“Sebelum bapak TNI bangun gereja yang baru, sudah ada gereja lama dengan ukuran kecil. Gereja lama ini dibangun tahun 2004 dengan biaya sekitar Rp31 juta,” ujarnya.

Adanya gereja baru, lanjut Obeth, gedung gereja lama akan dijadikan tempat sekolah minggu bagi anak-anak dan pemuda gereja. Kini, bangunan fisik gereja yang diperkirakan telah dikerjakan mencapai 85 persen itu akan diresmikan tepat penutupan TMMD, 4 Agustus, mendatang.

“Bapak TNI bangun gereja kami, dan kami pun harus membantu mereka. Ini anak-anak muda dan orang tua yang sudah pulang dari kebun, ikut membantu bapak TNI, agar gereja ini cepat selesai,” ujarnya.

Dandim 1705/PN Letkol Inf. Jerry H.T Simatupang, saat ditemui media ini mengaku kampung Bomopai menjadi pilihan TMMD, karena kampung tersebut sebelumnya disebut kampung baru dan berubah nama menjadi Bomopai, serta gereja yang dimiliki tak sebanding dengan jumlah jamaat yang ada.

Seorang warga Kampung Bomopai membantu TNI membangun Gereja Karmel [Foto: Indrayadi T Hatta]
“Jemaat di sana kurang lebih sekitar 150-an, sementara gereja mereka tak mencukupi, makanya kami pilih kampung ini dan membangun gereja yang dapat menampung lebih dari 200 orang,” kata Jerry.

Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) wilayah III Papua dengan jemaat Karmel, Bomopai, nantinya menjadi tempat berkumpulnya delapan daerah masing-masing dari Nabire, Kegata, Dipa, Mapia, Kamu, Tigi, Paniai dan Timika. Bangunan gereja ini berukuran 10 x 25 meter persegi dengan luas tanah 50 x 100 meter persegi dan didanai langsung Pemda Kabupaten Nabire melalui dana swakelola.

Lihat juga...